5 Juli 2012

ketika kita hanya bisa mendoakan

ketika kita hanya bisa mendoakan orang lain, tapi sejujurnya amat dihantui rasa bersalah karena ngga bisa memberi bantuan. cerita ini sebenernya berasal dari pengalaman gue beberapa minggu ini di perjalanan kalo rumah-depok depok-rumah dan melihat orang2 yang harusnya gue bisa bantu tapi sedihnya gue ga bisa berbuat apa-apa dan hanya berdoa dalam hati :(

adik kecil pengamen di angkot
gue ketemu seorang anak kecil yang kira-kira umurnya masih 6 tahun (seumuran adek gue yg kecil) ngamen sambil bergelantungan di angkot yang cukup penuh pagi itu. sedih banget liat dia udah harus bekerja nyari uang kayak gitu di saat anak2 yang lain masih asik menikmati mainan mereka, di saat yang lain belajar, dia harus bekerja seperti itu. sedihnya dan bersalahnya lagi, saat itu gue ga pegang uang receh dan ga bisa ngasih ke dia :(

kakek-kakek pengumpul botol bekas di halte
cerita ini gue alami waktu nunggu bikun di halte stasiun dan melihat kakek-kakek yang lagi sibuk memindahkan botol bekas ke karung yang dia bawa. gue cukup lama mengamati kakek itu dan terenyuh ngeliatnya dan yang ada di pikiran gue cuma "ya Allah kakek setua itu aja masih mencari nafkah, ke mana anak2nya ke mana keluarganya? kenapa tega orang tuanya udah tua itu masih cari nafkah"

kakek-kakek penjual pisang tapi dipikul
kalo cerita yang ini gue ngeliat dari angkot, siang2 kakek2 di pinggir jalan lagi memikul pisang dagangannya. sama yang ada di pikiran gue, kemana anak2nya sampe2 orang setua itu masih harus bekerja keras seperti itu, dalam hati sesungguhnya gue berdoa semoga di saat orang tua gue nanti udah ga sanggup bekerja, gue harus bisa menopang kehidupan mereka! i promise, ma, pa :')

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
lessons to learn :
ini cuma share apa yang gue dapat dari melihat hal-hal seperti ini.

pertama, bersyukurlah kita yang hidup berkecukupan, masih banyak orang2 di sekitar kita yang harus bener-bener berjuang hanya untuk menyambung hidup mereka..

kedua, inget orang tua kita. gimana mereka berkorban, bekerja, dan melakukan apapun hanya untuk memenuhi kebutuhan kita. yang masih suka marah-marah sama mama-papa nya inget2 pengorbanan mereka untuk kita.

ketiga, sayangilah dan jagalah aset bangsa kita. aset bangsa kita yang gue maksud di sini adalah anak-anak bangsa ini. kenapa? karena mereka lah penerus-penerus yang akan meneruskan kehidupan bangsa ini (agak berat ya bahasnya, tapi ya inilah yang bisa gue sampein saat ini). kasian anak-anak yang di umur yang masih sangat muda, di saat mereka harusnya belajar, mereka harus mencari nafkah. sejujurnya, gue pengen punya satu langkah konkret buat membantu anak-anak yang bernasib seperti itu (semoga suatu saat nanti bisa kesampean. amin).

keempat, kalo kita ngga bisa membantu secara langsung, seenggaknya kita bisa membantu dengan doa kita. karena gue yakin doa kita didengar sama Allah dan Allah punya caranya sendiri untuk membantu mereka hehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar