8 Mei 2016

Dibalik Panggilan "Ibu"

Ibu, biasanya panggilan anak ke seseorang yang melahirkan dia. Atau panggilan untuk wanita dewasa dari orang-orang sekitarnya. Ibu ini seperti pnggilan universal untuk wanita, dibandingkan dengan panggilan "mbak". Tapiiii buat yang belum menikah biasanya agak gimanaaaa gitu yah dipanggil ibu sama orang sekitar hahaha *berasa masih muda.

Tapi jujur, kalo di kantor biasanya nyapa "selamat pagi, Pak" tiap pagi dan dijawab "Pagi, Bu.." saat itu pula saya langsung protes kalo saya masih muda belum ibu-ibu :D

Ditambah, tiap ketemu orang, seringnya abang gojek, dibilang masih sekolah atau maksiml masih kuliah. Jarang banget ketemu pertama kali sama orang, orang itu nebak saya udah 2 tahun lulus kuliah. --> makin belum pe-de kan dipanggil ibu.

Nah, waktu briefing kelas inspirasi, panitia memberi tahu kalo kita harus memperkenalkan diri ke anak-anak SD sebagai bapak atau ibu agar setara dengan bapak dan ibu guru mereka di sekolah. Masalah akhirnya mereka memanggil dengan sebutan "kakak" itu adalah urusan nanti di sekolah. Waktu itu mikir "duuuh enakan kakak aja manggilnya ah :p" but I followed the rules.

Saat hari inspirasi, saya ketemu banyak anak-anak SD dengan keceriwisan mereka. Rasanya beda aja sama kalo cuma mengahadapi krucil-krucil di rumah (karena krucil-krucil sering ketemu kali yaaaa). Jujur ketemu anak-anak SD dengan kepolosan mereka itu membuat ada rasa "bisa ga ya saya membantu mereka belajar seperti saya membantu adik-adik saya di rumah :( dengan ketemu mereka cuma hari itu aja, belum tentu nanti ketemu lagi" Maka dari itu, hari itu saya bertekad all out memberikan yang terbaik untuk anak-anak SD hari itu.

Dengan mengenalkan mereka sebagai "Ibu Putri" mereka pun nurut lho manggil saya Ibu :D Apalagi kalo yang manggil tuh anak-anak kelas 1 kelas 2........ rasanya lucu, rasanya kok seneng, ah campur aduk rasanya waktu itu hahaha. Entah kenapa pokoknya rasa cinta rasa suka sama anak kecil yang selama ini udah tinggi, jadi makin bertambah dan bertambah. alhamdulillah.

Hari itu, memang kami terasa sangat dihormati layaknya guru-guru mereka. Mereka cium tangan kami saat pulang, dengan keciriwisannya mereka memanggil Ibu/Bapak, dan mereka ada yang meminta kami mengajar mereka lagi. But, I'm sorry kids :( semoga Allah berbaik hati mempertemukan kita lagi yaaaah :)

Setelah hari inspirasi itu, saya jadi berpikir........
"wey umur udah mau seperempat abad, tapi masih pengen aja dianggap anak kecil"
"kok seru juga ya dipanggil Ibu sama anak-anak kecil"
"kenapa juga harus ga nyaman dipanggil Ibu, padahal berdoa minta2 sama Allah pengen jadi ibu, padahal suatu hari emang jadi ibu"

Maka sejak saat itu saya berterima kasih pada anak-anak yang memberikan rasa yang berbeda ketika kalian memanggil saya "Ibu". Semoga waktu saya menjadi ibu pun akan segera tiba. aamiiin :) #EhAdaDoaNyelip 

Maka sejak saat itu saya menerima jika dipanggil Ibu, meskipun masih dibilang anak sekolah sama abang gojek. Saya menerima doa-doa mereka, bukankah ucapan adalah doa? ketika mereka memanggil ibu, mereka mendoakan saya jadi ibu, ketika mengatakan saya masih sekolah berarti saya didoakan awet muda..... hehehe :)

Salam semangat untuk para Ibu dan calon Ibu, semoga kita bisa membenahi generasi masa depan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar