8 Agustus 2017

Main ke Lebaran Betawi

Hari Lebaran Idul Fitri 1438H memang sudah berlalu, kalau di Solo atau Jogja kita mengenal Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Di Jakarta, kita juga masih bisa merasakan suasana lebaran setelah Hari Raya Idul Fitri, yaitu di Lebaran Betawi. Tahun 2017 ini Lebaran Betawi diadakan serentak pada tanggal 29-30 Juli 2017 di beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya. Saya tidak perlu ke Condet atau Situ Babakan untuk menikmati suasana Lebaran Betawi, karena di Tangsel pun ada yang mengadakan Lebaran Betawi.
Begitu sampai ke gerbang Lebaran Betawi, sudah sangat terasa suasana 'betawi' nya. Di depan gerbang, kami sudah disambut oleh si ondel-ondel, banyak ornamen betawi, dan banyak pengisi acara yang sedang bersiap-siap untuk menampilkan kebudayaan betawi. Saat masuk gerbang, sudah kebayang pasti banyak jajanan yang patut untuk dicoba.
Disambut Ondel-Ondel
Suasana di Lebaran Betawi
Lebaran Betawi di Tangsel ini diadakan di suatu jalan perkampungan yang ditutup. Di Lebaran Betawi ini kita bisa menikmati bazar, penampilan-penampilan budaya betawi, berkeliling mencari jajanan khas betawi yang mungkin sudah lama tidak kita temukan.

Salah satu atraksi seni yang menarik untuk saya adalah di dekat pintu masuk ada bapak-bapak melayang! Mungkin beliau masih punya ilmu meringankan tubuh yang menurun dari leluhurnya. 
Ngga kebayang kan bagaimana bisa melayang cuma ditopang tongkatnya :p
Selain atraksi dan pagelaran seni, Lebaran Betawi ini juga diisi oleh bazar, mulai dari makanan tradisional, jajanan pasar, baju-baju, souvenir khas Jakarta, sampai produk kecantikan juga ada di bazar Lebaran Betawi kali ini. Di Lebaran Betawi kali ini sebenarnya saya berniat mencoba jajanan yang unik, menarik, atau jarang saya temui. Sebenarnya di bazar Lebaran Betawi ini tidak hanya jajanan khas Jakarta yang dijual, karena kita juga bisa menemukan jajanan-jajangan seperti sosis bakar, cilok, sampai zupa soup. Pokoknya jajanannya lengkap!

Jajanan pertama yang menarik perhatian saya adalah es serut yang disiram sirup. Sebenarnya jajanan ini sederhana sekali dan sebenarnya jajanan ini sudah ada sejak saya SD. Tapi, yang menarik dari es ini adalah disajikan dengan wadah topi ulangtahun berbentuk kerucut, jadi porsinya super jumbo.
Di Lebaran Betawi kali ini juga banyak yang menjajakan makanan khas Jakarta, seperti kerak telor yang biasanya cuma bisa saya temui di PRJ. Ada juga dodol betawi yang dibuat langsung di bazar. Konon katanya, untuk membuat dodol ini butuh tenaga yang kuat untuk mengaduk dan waktu yang tidak sebentar lho. Dan terakhir, saya juga menemukan tape uli khas Jakarta yang selama ini menjadi salah satu makanan favorit saya. Untuk tape uli ini termasuk makanan yang masih sering saya temui, karena masih sering diberikan oleh tetangga di depan rumah :p.
Menurut saya, acara-acara budaya seperti Lebaran Betawi ini sangat perlu didukung dan dilestarikan. Selain menjadi ajang silaturahmi dan berlebaran untuk masyarakat sekitar, acara ini juga menjadi semacam pesta rakyat. Selain itu, di acara seperti ini kita bisa melihat kesenian-kesenian tradisional yang mungkin sudah hampir punah. Jadi, semoga acara-acara rakyat seperti ini tetap bisa bertahan di tengah modernisasi.




1 komentar:

  1. Wiiih, saya baru tahu ada yang namanya Lebaran Betawi :D
    Es serut itu bikin saya mengenang masa-masa SD, sekarang udah nggak pernah ketemu yang jualan es serut :D

    BalasHapus