Bermimpi Tanpa Batas



Senang, riang, masa depan 'kan datang 
Capai ilmu setinggi awan 

Hingga nanti aku t'lah dewasa 

Dunia kan tersenyum bahagia


Sepenggal lirik lagu di atas diambil dari lagunya Sherina "Kembali Ke Sekolah" yang menjadi lagu saat senam pembuka Kelas Inspirasi Yogyakarta 2017 di SDN Kintelan 2. Entah kenapa hanya sepenggal lirik itu aja yang masih terngiang-ngiang sampai sekarang. Mungkin karena saya suka bagian "hingga nanti aku tlah dewasa, dunia kan tersenyum bahagia". Semoga kita selalu bisa ya membuat dunia sekitar kita tersenyum bahagia :).
Senam Pagi Supaya Semangat!
Hari Inspirasi untuk Kelas Inspirasi Yogyakarta (selanjutnya saya sebut KIY) tahun 2017 ini jatuh pada tanggal 4 Februari 2017. Saya bersama 13 relawan lainnya mendapat kesempatan untuk menginspirasi di SDN Kintelan 2 Yogyakarta. Kalau ditanya itu di mana, saya cuma bisa jawab di tengah kota yang pasti cukup dekat dengan daerah Prawirotaman yang banyak tempat makan dan kafe haha. Alhamdulillah, selain jadi relawan KIY, perjalanan saya ke Yogyakarta kali ini juga sekalian melepas penat dan juga bersilaturahmi. Sedikit cerita perjalanan saya ke Yogyakarta bisa dilihat di sini.

Di KIY 2017 ini saya menjadi relawan inspirasi (inspirator) yang akan berbagi sedikit inspirasi mengenai profesi saya sebagai seorang engineer. Selama mengikuti kelas inspirasi, saya memang menjelaskan secara garis besar mengenai pekerjaan engineer, tapi bukan berarti saya ingin mereka memiliki cita-cita untuk jadi engineer. Saya lebih menekankan untuk memiliki sikap positif ke anak-anak dan juga menanamkan untuk memiliki cita-cita, apapun itu insya Allah adalah cita-cita yang baik.

Yang berbeda dari cara mengajar di KIY 2017 ini adalah kami menggunakan sistem moving class. Jadi, kami para inspirator, tidak perlu susah payah membawa alat peraga pindah-pindah kelas. Anak-anak pun ternyata senang dengan sistem ini karena ini adalah hal yang baru untuk mereka. Di KIY ini saya mendapat jatah untuk mengajar kelas 6, 4, dan 1. Meskipun sudah beberapa kali mencoba jadi inspirator, tetap aja rasanya excited dan tetap deg-degan ketemu anak-anak.

Kelas pertama saya adalah kelas 6. Tipikal kelas besar adalah anak laki-lakinya tidak bisa diam dan suka mengejek satu sama lain, sedangkan anak perempuannya sangat pendiam. Selama menceritakan tentang profesi engineer, saya merasa kelas ini sudah semakin tidak kondusif. Saatnya bermain!
Berhasil Jadi Rumah :D
Untuk anak kelas 6, saya menyiapkan permainan menyambung sedotan (yang tadinya mau saya ibaratkan sebagai pipa penyalur), tapi akhirnya saya mencari yang mudah, yaitu membuat rumah. Di sini saya pancing dulu untuk 'berpikir teknikal'. Pertanyaan pertama saya "kubus punya rusuk berapa? kalau limas rusuknya berapa?", "lalu, kalau punya rumah dari kubus beratap limas, rusuknya berapa dan berapa banyak sedotan yang diperlukan untuk membuat rumah?" Yeaay pertanyaan ini bisa dijawab semuanya :D. Kesulitan mereka saat bermain adalah cara menyambung sedotannya, jadi saya tetap membimbing mereka untuk membantu menyambung sedotan. Overall, alhamdulillah mereka semua senang.

Setelah kelas 6, kelas selanjutnya yang datang ke pos saya adalah kelas 4. Anak-anak kelas 4 saya ajak bercerita sambil duduk melingkar di lantai. Tujuannya supaya lebih akrab :) ternyata mereka antusias untuk belajar sambil duduk di bawah. Anak-anak kelas 4 lebih pendiam saat mendengarkan cerita saya, alhamdulillah. Setelah materi saya habis, saya juga punya permainan untuk anak-anak kelas 4, yaitu bermain puzzle. Puzzle saya buat sendiri yang gambarnya sesuai dengan pekerjaan saya dan harus diselesaikan berkelompok. Ternyata, mereka hebat-hebat bisa dengan cepat menyelesaikan puzzle saya, yang kemudian membuat 'mati gaya' karena sisa waktu masih banyak.
Anak-Anak Kelas 4
Di sisa waktu yang masih banyak ini saya gantian meminta anak-anak bercerita tentang cita-cita mereka. Satu per satu saya meminta mereka berdiri menceritakan mau jadi apa dan kenapa. Ada yang mau jadi tentara karena kalau jadi tentara itu bisa bela diri dan negara. Kebanyakan dari mereka, apapun cita-citanya, alasannya adalah supaya bisa membanggakan kedua orangtua. Aamiin ya Nak, saya ikut mendoakan :).

Kelas terakhir saya adalah anak kelas 1. Di mana-mana mengajar kelas 1 adalah kelas yang menghabiskan suara. Makanya saya sangat memberi apresiasi terbesar saya untuk para guru kelas 1 dan juga guru TK. Anak-anak kelas 1 ini benar-benar tidak bisa duduk diam, akhirnya mereka malah saya ajak berbaris jadi kereta untuk senam di lapangan dan melipat kertas origami. Walaupun apa itu "engineer" kurang tersampaikan, setidaknya pesan untuk memiliki sikap positif tetap tersampaikan ke anak kelas 1. Alhamdulillah. Anak-anak kelas 1 inilah yang membuat saya baper karena saya dibuntutin ke mana-mana sampai pas pulang mereka bersalaman sambil kita berpelukaaaaan. *ah jadi kangen :').
Senam Poki-Poki Untuk Anak Kelas 1
Selain ditutup dengan menempel cita-cita di pohon cita-cita, kegiatan KIY ini ditutup dengan melihat penampilan tari dari beberapa anak. Kebetulan di kelompok saya ada yang berprofesi sebagai penari, jadi kelas yang kebagian jadwal dari beliau diminta menampilkan tarian yang diajarkan di kelas. Setelah rangkaian acara penutupan selesai, tentunya kami semua menyempatkan diri untuk berfoto bersama, tidak hanya foto sesama relawan, tapi juga foto bersama anak-anak dan guru-guru.
Foto Bersama Dulu 
Hari inspirasi memang sudah selesai, tetapi insya Allah apa yang kami lakukan untuk anak-anak dan SD Kintelan 2 tidak berhenti sampai di sini. Doakan kami semua sehat selalu dan dilancarkan rezekinya, sehingga kami bisa bertemu kembali untuk bisa melakukan hal-hal yang lebih baik untuk anak-anak. Aamiiin.
Ini Kami Dari Berbagai Macam Profesi

Buat yang mau tau keseruan KIY 2017 di SDN Kintelan 2, bisa dilihat di video ini.
Baca juga beberapa berita tentang KIY 2017 yang meliput kegiatan di SDN Kintelan 2:




Kelas Inspirasi Yogyakarta 2017 "Bermimpi Tanpa Batas"

Komentar

  1. Keceee, bermimpi tanpa bataas 😍😍

    -marini #1m1c-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tagline nya berarti yang kece teh, terimakasi udah mampir :)

      Hapus
  2. Wah,seru y mba.Teman2 sy jg banyak yg pda ikut KI ini. Semoga semangatnya menular terus :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa emang nular terus semangat KI ini jadi pengen ikut terus kalo waktunya pas hehe

      Hapus
  3. Kak tyas asli mana nih???
    Bolehlooooh, ntar ikutan KI di jember sama lumajang. Saya jadi panitia dan fasilitatornya loooh
    Saya belum boleh jadi inspirator, soalnya masih mahasiswa
    Tapi, jadi fasilitator gak kalah seru kok 😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Ocha,
      aku dari Jakarta kok. Waaaah kapan tuh KI Jember & Lumajang? kalo weekend diusahakan aku daftar deh hahaha
      Iyaa jadi fasil juga seru kok, aku pernah nyoba juga jadi fasil hehe

      Hapus
  4. Aaaaaa..dulu pernah daftar jadi relawan dokumentasi Kelas Inspirasi I Jakarta.

    Tapi gagal. :))

    Semoga lain kali diberikan kesempatan menangkap ekspresi seru para adik kecil itu. Seru banget emang yaaa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru bangeeet Kak :D

      Ayo ayo nanti dicoba lagi daftar KI nyaaaa

      Hapus
  5. Setuju..cita-cita apapun bail asal bersungguh-sungguh ya 😊
    Salam,
    Tatat

    BalasHapus

Posting Komentar