Halo, Tuban!

Awal Juni lalu, saya resmi di-assign ke sebuah proyek baru yang lokasinya di Tuban. Tuban, sebuah kota di Jawa Timur yang letaknya di pinggir pantai utara Jawa. Tentu belum pernah sama sekali ke sini, karena kalau mudik lewat pantura ya hanya sampai Semarang, tidak pernah lebih jauh ke arah timur. Qodarullah, sebulan yang lalu saya harus dinas ke lokasi proyek di Tuban. Wah dinas, di masa pandemi begini. Rasanya pasti takut, tapi yah pasrah minta pertolongan sama Allah supaya sehat selalu.

Hello again, East Java

Perjalanan ke Tuban ini ditempuh dengan pesawat dari Jakarta-Surabaya, lalu perjalanan darat Surabaya-Tuban selama kurang lebih 3 jam. Tentu, ini pertama kali saya naik pesawat saat pandemi, pertama kali harus rapid tes, dan pertama kali harus PCR sebelum masuk ke lokasi proyek. Di pesawat pun ya cukup was-was, pakai masker, face shield, dan selalu sedia hand sanitizer di tas kecil. Alhamdulillah, naik Garuda masih seat distancing, jadi sedikit mengurangi rasa khawatir.

Sampai di Tuban, kami harus PCR dan karantina 3 hari menunggu hasil PCR sebelum masuk lokasi proyek. Kenapa hasil PCR nya lama? karena sampelnya harus dikirim ke Surabaya terlebih dahulu~. Baiklah, selama karantina yah hanya WFH a.k.a Work From Hotel. Iya, jadi selama dinas di Tuban ini kami tinggal kira-kira satu bulan di Hotel.

Selama dinas ngapain? yah mengejar progress proyek sambil site survey ke lapangan. Wah seru sekali~ karena sudah lama tidak masuk ke plant. Hehehe. Selain kerja, ceritanya harus work life balance dong ya, sambil menikmati kota Tuban dan kuliner di Tuban. Tak lupa, setiap weekend sedikit olahraga kulari ke Pantai, hahaha. Ini beneran, rute lari pagi saya saat weekend adalah dari hotel ke pantai lalu duduk-duduk di pinggiran pantai.

Salah satu jajanan hits, pecel sebrang Fave Hotel

Samudera, mall paling hits di Tuban

Kulari ke pantai dan menunggu sunrise

Udah lama gak lihat flare

Tim piping lengkap

Selama dinas di proyek ini berjalan, ternyata tim piping harus tinggal lebih lama di sana. Wah, belum bisa pulang. Hmmm... baiklah, nambah seminggu dibanding tim yang lain. Di minggu terakhir, tentu sudah rasanya ingin pulang, dan menjelang kepulangan ini, saya tidak lupa berburu oleh-oleh sebagai hiburan. Lalu, entah kenapa setelah beli oleh-oleh kok koper saya jadi tidak muat (?). Tanpa pikir panjang, baju-baju yang kira-kira tidak terpakai, saya paketkan terlebih dahulu ke rumah. Hahaha demi koper muat untuk oleh-oleh.

Ketika pulang, satu tim piping, membuat sebuah gebrakan. Kami tidak request tiket kepulangan dari Surabaya, melainkan dari Semarang. Hahaha. Rencananya, mau makan soto dulu di Kudus, lalu beli oleh-oleh di pabrik kacang dua kelinci, lalu beli oleh-oleh Semarang. Saking jalan santainya, ternyata sampai di Semarang sudah terlalu mepet dengan jadwal penerbangan, baiklah~ beli oleh-oleh akhirnya di bandara. 

Terimakasih Tuban untuk cerita sebulan ini, mungkin kita bertemu lagi? #eh

Komentar