Sore tadi, sambil iseng-iseng scroll twitter, saya merefleksikan apa yang terjadi belakangan ini. Entah mengapa..... Merasa. Ada. Sedikit. Yang. Salah.
Dari twitter, saya menemukan suatu highlight yang menarik dan menjadikan saya merefleksikan diri saya. Dua kata yang menyentil saya adalah in control dan refresh button.
#In Control
Apa yang terjadi dan datang kepada diri kita tentu tidak bisa kita kontrol, tetapi kita bisa mengontrol respon kita terhadap sesuatu tersebut. Kalau belakangan lebih banyak reaktifnya dibanding proaktifnya terhadap sesuatu yang terjadi, ya gitu hasilnya, pasti ada yang salah. Lalu, emosi sendiri. Lama-lama menyalahkan diri sendiri. Harusnya sih ya, kalau mengalami sesuatu direnungkan dulu, jangan langsung gegabah bersikap, dipikir, dan dipikir respon apa yang terbaik yang seharusnya diberikan.
#Refresh Button
Ini semacan clear cache di ponsel kita. Atau mungkin, kalau untuk manusia adalah bagaimana kita mengumpulkan kembali energi yang sedang terkuras. Kita yang lebih tau refresh button untuk diri kita sendiri itu seperti apa. Bebas, mau ngapain, asalkan diri kita bahagia dan tidak merugikan orang lain. Nah, ketika refresh button ini sedang terlupakan, jadinya pasti.... energinya susah terisi lagi dan terus seperti drain energy. Capek. Kalau pesan untuk diri sendiri sih jadinya, "don't be so hard on yourself".
Mungkin self-control dan refresh button ini terdengar sepele, tapi mungkin juga berguna. Ditulis di sini yaaa sebagai pengingat kalau nanti dibaca lagi~

Komentar
Posting Komentar