saat saya nulis ini, saya lagi baca buku "Dream Catcher"nya Alanda Kariza.. di suatu bagian di dalam buku ini ada bagian tentang Have no Plan B, maksudnya?
"Terkadang, memiliki rancana B membuat kita tidak berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikn rencana A yang kita miliki. Mungkin ada baiknya untuk tidak memiliki rencana B sama sekali".
waktu baca bagian ini, tiba-tiba ingat kalau saya pun sejak kecil juga dibiasakan tidak memiliki plan B dalam menggapai sesuatu. yang dengan kata lain saya pahami selama ini bahwa ketika kita berusaha sungguh-sungguh, tekun, dan berdoa dengan sungguh-sungguh, insya Allah hasilnya sesuai dengan apa yang kita inginkan dan rencanakan sebelumnya.
sebagai contoh sedikit, setiap mau masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi, di mana teman-teman lain udah bersiap-siap dengan sekolah cadangan, mama selalu percaya kalau saya bisa masuk sekolah unggulan yang saya dan mama inginkan. setiap mama merasa yakin, saya pun juga terpacu merasa yakin dan terus belajar, belajar, berdoa, berdoa... Alhamdulillah semua bisa tercapai.
nah, saat mau masuk kuliah, ceritanya sedikit berbeda. saat akan masuk kuliah saya menyadari bahwa persaingan masuk ke PTN adalah se-Indonesia yang artinya harus belajar dan berdoa lebih ekstra lagi. walaupun saya mengidamkan psikologi dan berusaha menggapainya, tapi saya baru menyadari bahwa ketika itu saya berharap dan berdoa semoga saya mendapat tempat yang terbaik, dan inilah jawaban-Nya, walaupun bukan di psikologi, inilah tempat terbaik menurut Allah. rasa kecewa saya memang ada di awal-awal masuk kuliah, hingga saya menyadari bahwa doa saya ketika itu adalah mendapat yang terbaik, dan Allah menjawabnya :")
dan terakhir, saya masih percaya bahwa kalo kita tekun ingin merealisasikan sesuatu dan terus berdoa, insya Allah semuanya akan tercapai. amiin :)
Komentar
Posting Komentar