Bulan November ini saya kembali bermain bersama anak-anak di Kelas Inspirasi. Kali ini, Kelas Inspirasinya di daerah rumah sendiri, yaitu di Tangerang (Selatan). Iya, walaupun rumah saya masuknya Kota Tangerang, tapi letaknya di perbatasan antara Kota Tangerang-Tangerang Selatan dan justru saya banyak mainnya ke Tangsel hehe. Makanya, saya nyebut KI Tangsel kali ini seperti menginspirasi di "Rumah" sendiri. Untuk KI Tangsel ini saya tidak menjadi relawan inspirasi, tapi mencoba sesuatu yang baru, yaitu jadi fasilitator, yang tugasnya memfasilitasi dan menjadi jembatan antara relawan-sekolah-panitia.

Kalo mendengar Tangsel apa sih yang kebayang? Mall? Perumahan Mewah? Kuliner kekinian? Tapi coba lihat lebih dekat lagi tentang Tangsel, masih ada loh sekolah yang sederhana, masih banyak loh yang membutuhkan bantuan di sisi pendidikan, dan tentunya anak-anak masih butuh dorongan semangat positif untuk menggapai cita-cita mereka. Ini juga yang menjadi motivasi saya ikut bergabung di KI Tangsel ini, mau berbuat baik ke mana-mana, tapi apa yang udah kita kasih untuk daerah yang udah kita tempatin seumur hidup kita? Maka semoga dengan menjadi relawan pendidikan ini bisa menjadi satu hal yang bisa saya berikan untuk daerah saya.
Jadi, rangkaian untuk jadi fasilitator sudah dimulai dari sekitar awal bulan Oktober. Dimulai dari FGD, diskusi tentang kasus-kasus yang mungkin terjadi antar relawan di kelompok, dan pembekalan yang seru banget. Singkat cerita, akhirnya saya disatukan dengan para relawan kelompok 7 di SDN Pondok Cabe Udik 3 di daerah Pondok Cabe yang cukup dekat dengan lapangan terbang. Serunya di kelompok ini adalah profesinya beragam banget jadi senang dan bersyukur banget bisa ngobrol bareng mereka. Kelompok untuk SDN Pondok Cabe Udik 3 harusnya ada 18 relawan inspirasi dan 3 relawan dokumentasi plus satu fasilitator (saya sendiri). Seiring berjalannya waktu, ada 3 orang relawan inspirasi yang mundur dan 2 relawan dokumentasi yang tidak bisa hadir.
But, the show must go on! Alhamdulillah semua aman terkendali.
 |
| Hatinya siapa sih yang ga meleleh dikasih senyum tulus anak-anak kalo mampir ke sekolah? |
Profesi yang menarik bagi saya adalah Ka Neura yang punya catering anak dan Ka Lintang yang punya sanggar jahit. Hasil ngobrol-ngobrol sama mereka akhirnya saya sedikit curcol "Ka,
dream job aku banget deh kalo udah menikah pingin punya kerjaan kayak kakak-kakak aja bisa sambil ngurus anak" hahaha. Yang menarik lagi adalah Ka Andrian yang mengenalkan dua profesi berbeda di dua kelas berbeda dengan kostum dan properti yang sangat mendukung kedua profesinya tersebut, salut banget deh sama totalitasnya Ka Andrian! Jadi, beliau ini adalah seorang
policy analyst di Sekneg dan punya
wedding organizer. Di jam pertama beliau mengenalkan profesi
policy analyst dan di jam kedua beliau mengenalkan profesi
wedding organizer. Tak lupa Ka Andrian juga promosi WO nya, kalo mau nikahan boleh pake WO nya dia. (kalo Putri mau pake WO nya sekalian dapet calonnya bisa ga ya?).
 |
| Para Relawan Inspirasiku yang Super Kece |
Rasa yang berbeda di KI kali ini adalah rasa tidak masuk ke kelas hahaha. Tapi, bukan ngga bisa tetep ngobrol dan berinteraksi sama anak-anak lho, dan di kesempatan ngobrol itu saya tetap menanamkan hal positif ke mereka. Sungguh, saya sering mengikuti kelas inspirasi bukan ingin mereka terinspirasi dengan profesi saya atau bilang engineer itu keren (nyatanya jadi engineer itu kuliahnya susah tapi kerjanya kuli haha), tidak sama sekali. Saya ingin menanamkan kepada mereka untuk boleh memiliki cita-cita apapun asalkan sungguh-sungguh dan selalu bersikap positif. Insya Allah, saya selalu yakin anak-anak yang saya temui akan memiliki masa depan yang lebih hebat dari saya, aamiiin.
Sering berkeliling jadi tukang foto dan
time keeper justru membuat saya dekat dengan anak-anak. Di antara anak-anak yang saya ajak mengobrol mereka ada yang nyeletuk "Kak Putri ngapain sih keliling-keliling doang?" "Kok Kak Putri ga ngajar, aku pengen deh liat kakak di kelas aku". Ya Allah, maaf ya anak-anak, kita bisanya ngobrol di luar kelas aja kali ini, dan tetap seru kan! hihi.
 |
| Anak-anak senang sekali kalo selfie, walaupun matahari terik banget |
Banyak banget hal baru yang saya dapat di KI Tangsel kali ini. Bener-bener ga nyesel deh daftarnya jadi fasilitator :). Mulai dari pembekalan fasil yang ternyata diskusinya banyak dapat ilmu baru. Ilmu baru yang paling diingat saat pembekalan adalah ternyata reward dan punishment untuk anak pun ada jurnal ilmiahnya lho. Kemudian, banyak tepuk-tepuk dan lagu-lagu anak-anak yang seru-seru yang bener-bener baru belajar.
 |
| From SDN Pondok Cabe Udik 3 with love |
Terakhir, di hari refleksi
di mana biasanya males banget dateng refleksi, kita belajar sesuatu yang namanya "
Design Thinking". Hari Refleksi KI Tangsel ini cukup beda, biasanya hari refleksi itu isinya cuma share foto dan video, lalu bercerita tentang kesan pesan KI, atau berjumpa lagi dengan kelompok di sekolah, tapi kali ini hari refleksi adalah menjadi awal yang baru untuk kegiatan berkelanjutan yang di KI Tangsel ini disebut "
Community Based Movement" yang sifatnya
long term. Selain itu, yang beda di hari refleksi ini adalah mulai hari itu tidak ada lagi relawan inspirasi, dokumentasi, fasilitator, dan panitia. Semua sudah melebur jadi satu jadi relawan untuk menjalankan
Community Based Movement tersebut.
Nah,
Design Thinking yang kita pelajari di hari refleksi digunakan untuk mendesain suatu prototype kegiatan berkelanjutan untuk memajukan pendidikan di daerah Tangsel. Mudah-mudahan niat baik kami semua untuk melanjutkan kegiatan ini bisa terjadi dan benar-benar
long term.
 |
| Ini Kelompok Yuuhuu dengan prototype nya #TentangRasa |
 |
| Long Term Community Based Movement |
"It's not about you, it's not about me, it's all about them. Terimakasih telah dan terus merawat masa depan Indonesia"
Komentar
Posting Komentar