Sekitar bulan September 2016, saya berkesempatan main ke Sanggar Dreamdelion Sehat di Manggarai. Keinginan saya main ke sanggar Dreamdelion ini karena melihat keseruan teman saya, Diana, yang setiap hari Minggu ngepost di sosmednya tentang kegiatan Dreamdelion Sehat. Waktu itu niat saya cuma mau lihat kegiatan di sanggar sambil berkenalan sama anak-anak di sana. Tapi, dengan seenaknya si Diana minta tolong saya untuk isi materi sanggar hari itu, dia minta saya mengisi tentang handcrafting dari barang bekas.
Nah...... si Diana ini minta tolong sama saya saat H-1 berkunjung ke sanggar. Bingung mau ngajarin apa ke anak-anak? Iya!! super bingung, karena saya kira ikut Diana main ke sanggar untuk pertama kalinya, ya cuma pengen main sama anak-anak aja :p. Ngga nyangka kalau malah disuruh isi materi. Oke, the show must go on! Tiba-tiba..... punya ide buat bikin topi samurai dari koran bekas dan pembatas buku dari stik es krim. Di mana pembatas buku ini boleh buat mereka supaya mereka rajin membaca buku karena punya pembatas buku baru hasil karyanya sendiri. #aamiin.
![]() |
| Salam dari Sanggar Dreamdelion |
Sebenarnya, tujuan dari handcrafting dari barang bekas ini yang utama adalah mengajak mereka untuk memanfaatkan barang-barang bekas yang mungkin tidak pernah terpikirkan masih memiliki manfaat. Yang kedua, mengajak anak-anak membuat handcraft punya manfaat melatih kreativitas anak-anak dan melatih sistem motorik mereka. Kenapa saya kepikiran menggunakan koran bekas dan stik eksrim? karena bahan-bahannya mudah didapatkan dan apa yang akan dibuat juga sesuatu yang mudah dan sederhana.
Hari H dimulai......
Setelah bertemu Diana dan dua orang juniornya di seven-eleven Saharjo, kami berjalan kaki menuju ke sanggar. Di perjalanan ke sanggar, udah ada anak-anak yang berlarian menuju ke arah kami dengan riang dan semangat mau ke sanggar :'). Selalu suka deh sama semangat dan keriangan anak-anak hehe. Setelah itu, kami bersama-sama berjalan ke sanggar dan bersiap-siap untuk kegiatan hari itu.
Kegiatan hari itu dimulai dengan berdoa, lalu dibacakan peraturan sanggar, dan perkenalan. Setelah perkenalan, barulah kita bermain-main membuat topi samurai dan kreasi dari stik eskrim. Selama proses pembuatan ini, si adik-adik yang datang juga dinilai loh. Jadi mereka punya rapornya masing-masing. Kalau sikap mereka baik, akan mendapat bintang yang kalau dikumpulkan nantinya akan mendapat reward. Nah, bintang mereka juga bisa berkurang, kalau misalnya mereka melanggar peraturan-peraturan yang ada di sanggar. Sistem ini bagus juga loh untuk meningkatkan kedisiplinan anak-anak dan memotivasi mereka untuk berbuat yang terbaik.
Yang pertama kami buat hari itu adalah topi samurai dari koran bekas. Cukup rusuh mengajarkan mereka, tapi seru banget! Mereka antusias dalam membuat topi samurai dan tidak malu untuk bertanya jika memang tidak mengerti tentang langkah-langkah yang sudah dijelaskan. Setelah topi mereka jadi, mereka boleh menghias topi tersebut dengan pensil warna atau crayon sesuka hati mereka. Tujuannya tentunya untuk mengembangkan kreativitas mereka. Karena kami membuat topi dari satu lembar koran, jadi topinya kebesaran di kepala anak-anaknya :D
![]() |
| Ini topi samurai kami |
Setelah membuat topi, selanjutnya adalah membuat pembatas buku dari stik eskrim. Awalnya saya mengajak mereka untuk membuat pembatas buku dengan membawa beberapa contoh gambar pembatas buku dari stik eskrim, tapi ada beberapa anak yang ingin membuat kreasi yang lain, yasudahlah...... boleh kok boleh.
![]() |
| Anak-anak yang bersemangat dalam berkarya |
Saat membuat stik eskrim ini mereka lebih bersemangat karena hasil karya mereka akan saya nilai dan yang terbaik akan mendapatkan tiket untuk jalan-jalan. Mereka serius-serius sekali untuk membuat karya yang terbaik dan tentunya saya suka sama keberanian mereka untuk bertanya kalau memang ada langkah yang tidak mereka mengerti.
![]() |
| Ceritanya mereka deg-degan nunggu pengumuman siapa yang karyanya terbaik |
![]() |
| Karim & Dava si pembuat superhero dan Bebe & Octa si pembuat kelinci |
Tidak terasa kegiatan hari itu baru selesai sampai menjelang adzan zuhur. Kami berlima pulang dari sanggar tepat saat adzan zuhur dan ketika kami melewati masjid, si anak-anak tadi sudah bersiap-siap menju masjid lho! salut banget sama anak-anak ini, saat adzan mereka sudah bersiap-siap ke masjid untuk shalat di masjid :) semoga terus terbiasa sampai besar ya adik-adik shalat tepat waktunya :).
Apa yang saya dapatkan setelah saya berkunjung ke sanggar?
Saya semakin suka bermain bersama anak-anak, menambah pengalaman bagaimana terus membantu mendidik anak-anak untuk memiliki sikap positif, dan tentunya punya teman baru :D. Senang sekali bisa bertemu adik-adik di Manggarai yang lucu-lucu dan punya semangat untuk tetap belajar walaupun hari Minggu. Selain itu, saya salut lho sama teman-teman yang bisa aktif merelakan hari Minggu pagi untuk bermain bersama adik-adik di sanggar.
Terima kasih Dreamdelion dan sampai bertemu lagi adik-adik! :)







Komentar
Posting Komentar