Rindu Makara Biru

Tujuh tahun lalu, saya menginjakkan kaki di kampus perjuangan, Universitas Indonesia. Kuliah di UI bukanlah pilihan utama saya, apalagi kuliah di jurusan teknik. Walaupun saya suka pelajaran-pelajaran yang bersifaat eksakta, saya punya cita-cita untuk jadi psikolog anak. Tetapi, Allah maha mengetahui yang terbaik untuk kita, Ia akan selalu memberi apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Akhirnya, takdir membawa saya untuk berkuliah di Teknik UI.


Hidup sebagai cewek teknik, apalagi di jurusan yang jumlah mahasiswinya hanya sekitar seperempat dari jumlah mahasiswa, tentu sangat dinamis. Tapi, dengan kedinamisan hidup di teknik selama 3.5 tahun malah menjadi kerinduan tersendiri setelah saya harus lulus kuliah. Setiap ada momen saya bisa kembali ke kampus, entah kenapa saya seperti ingin kembali lagi, saya rindu belajar, saya rindu menjadi mahasiswa lagi, rindu teknik, dan rindu UI.

Pada dasarnya saya suka belajar. Saat lulus kuliah dan bekerja, saya masih punya mimpi untuk bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Apakah awalnya saya langsung memilih kembali ke UI? Tidak. Saya sempat mengikuti tren untuk mencoba peruntungan beasiswa ke luar negeri. Berbagai persiapan saya lakukan, mulai dari les dan tes IELTS sampai mencari berbagai macam informasi tentang beasiswa ke luar negeri, yang akhirnya berujung mendapatkan LoA dari beberapa universitas di UK. Perburuan selanjutnya adalah untuk mendapatkan beasiswa yang ternyata saya harus gagal di percobaan pertama. Banyak teman-teman yang menyarankan untuk coba lagi sampai masih mencari informasi basiswa yang lain.

Sampai suatu ketika, ada informasi tentang beasiswa dari pemerintah Arab Saudi dan jurusannya banyak yang in-line karena banyak jurusan teknik yang dibuka. Saya yang dengan semangat langsung membuka informasi tersebut, ternyata di syarat no 1 langsung tertulis kira-kira seperti ini: "Bagi pelamar wanita, harus sudah menikah" (intinya harus bersama mahramnya). Rasanya saat itu langsung *jleb* oke seakan lupa ada hadist Rasulullah SAW yang melarang wanita safar tanpa mahramnya. Kalau dipikir harusnya sebagai muslimah menyadari syarat itu bukan hanya untuk kuliah di Arab Saudi, tapi di belahan bumi manapun :) Allahu'alam. Sejak saat itu, saya mengatakan pada diri saya sendiri, kalau masih mau mengejar mimpi kuliah di luar negeri, nikah dulu. Kalau rezeki lanjut kuliahnya datang sebelum menikah, saya akan memilih untuk kuliah di Indonesia saja. Dan sepertinya orangtua saya-yang walaupun setuju saja saya mau kuliah di luar negeri-lebih setuju kalau saya melanjutkan di Indonesia saja.

Setelah memutuskan mau melanjutkan di Indonesia saja, saya seakan ingin menyalurkan rindu saya pada makara biru, Fakultas Teknik UI. Akhirnya, saya mempersiapkan diri untuk mengikuti tes SIMAK UI untuk pasca sarjana. Tidak ada les khusus, yang ada hanya mengerjakan soal-soal di buku-buku TPA & Bahasa Inggris di tengah kesibukan-kesibukan saya yang lainnya. Tidak berani banyak berharap saat tes berlangsung karena takut melihat begitu banyaknya orang-orang yang ikut tes dan kebetulan jurusan yang ambil tidak sama dengan jurusan saya sebelumnya. Setelah tes pun saya hanya berdoa jika memang sudah jalan-Nya maka akan diterima, jikan bukan jalan-Nya ya sudah ikuti saja skenario dari Allah.

Saat hari pengumuman tiba, ternyata Allah menjawab kerinduan saya untuk belajar dan kerinduan saya untuk kembali ke Teknik UI. Rasanya kaget, agak tidak percaya (karena sebelum ini saya pernah ditolak UI hehe), sangat bersyukur, dan haru karena lagi-lagi Allah lebih tau yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Bismillah untuk kembali menjadi mahasiswa, untuk kembali berjuang di makara biru, dan untuk mencari ridho Allah dalam menuntut ilmu. Mohon didoakan semoga lancar dan ilmunya bermanfaat :).

"Kerinduan yang sebenarnya adalah kerinduan pada Sang Pencipta atau kerinduan akan sesuatu karena-Nya. Serahkan rindu dan harapan itu seutuhnya, maka Ia akan menjawab rindumu"




Komentar

  1. Wah anak Texas.... aku dulu Fisip UI, Kak. Tapi selalu hobi makan siang di Kantin Teknik. Soalnya banyak cowok arsitektur loechu-loechu hahahahaha! Namanya juga masih ABG.

    Good luck kuliahnya ya! :))

    www.iamandyna.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wiiii ternyata kita tetanggaan :D
      Waaah liatinnya anak ars, kalo aku malah ga kepikiran

      anyway terimakasih Kak doanya :D

      Hapus

Posting Komentar