Ada Pantai di Balik Gunung : Pantai Pok Tunggal

Belakangan ini, pantai-pantai di sekitar pantai selatan Jawa seakan menjadi destinasi favorit. Orang-orang bukan lagi hanya mengenal Pantai Parangtritis dan Pantai Baron di Yogyakarta atau Pantai Klayar dan Teleng Ria di Pacitan, tetapi semakin banyak pantai-pantai yang menjadi tempat wisata di daerah Yogyakarta maupun Pacitan. Semenjak mengunjungi Pantai Sundak pada 2013 yang lalu, saya memang berniat menyusuri pantai-pantai di daerah Gunung Kidul, Pacitan, dan sekitarnya. Tahun ini, saya berkesempatan mengunjungi dua pantai di selatan Jawa, yaitu Pantai Pok Tunggal dan Pantai Nampu. Kedua pantai ini sebenarnya letaknya mirip, yaitu berada di balik gunung dan butuh effort untuk menelusuri jalannya. Bedanya, Pantai Nampu masih terpencil dan belum terlalu terkenal sedangkan Pantai Pok Tunggal sudah menjadi salah satu target destinasi wisata orang banyak.

Baca juga : Pantai Nampu

Pantai Pok Tunggal adalah sebuah pantai yang terletak di desa Tepus, kecamatan Tepus, Gunung Kidul, Yogyakarta. Pok Tunggal diambil dari satu-satunya Pohon Duras yang ada di pinggir pantai. Pohon yang juga disebut juga 'Pokok' dikenal menjadi 'Pok' dan karena Pohon Duras hanya ada satu di pantai itu, jadi pantai tersebut dinamakan "Pok Tunggal".
Pantai Pok Tunggal, Gunung Kidul
Saya dan keluarga menuju ke Pok Tunggal dari arah Solo atau Wonogiri (tepatnya Eromoko). Kalau dari arah Solo, rutenya adalah Solo - Sukoharjo - Manyaran - Semin - Semanu - Tepus - Pok Tunggal. Kalau dari Eromoko, rutenya adalah Eromoko - Pracimantoro - Joho - kemudian menyusuri Jalan Raya Pantai Selatan dan berbelok ke Pantai Pok Tunggal. Untuk menuju ke Pok Tunggal melalui Sukoharjo maupun Pracimantoro, jalur yang dilalui akan berkelok-kelok, melewati hutan jati, naik turun gunung, dan melewati kebun singkong. 

Pantai Pok Tunggal ini berada di satu kompleks dengan Pantai Indrayanti, Pantai Drini, Pantai Sundak, Pantai Baron, dkk. Pantai-pantai ini sudah dikelola oleh Pemda, jadi tiket masuknya berada di pos paling depan menuju pantai-pantai tersebut. Biaya masuknya saat lebaran 2017 kemarin adalah Rp 10.000 per orang. Untuk menuju ke Pantai Pok Tunggal, kita harus melewati jalan kampung yang masih rusak dan banyak tanjakan turunan curam. Di jalan ini juga ada beberapa titik yang dijaga warga lokal untuk meminta sumbangan sukarela seikhlasnya.

Sampai di pantai, pemandangan yang pertama saya tangkap adalah "pantainya luas" dan seperti pantai-pantai lainnya di selatan Jawa, pasirnya putih dan halus. Pantai ini juga sudah cukup ramai karena sudah banyak yang menyewakan tenda di pinggir pantai, makanannya pun beragam, jumlah toilet umumnya cukup banyak, dan lokasi parkirnya cukup luas. Yang menarik di Pantai Pok Tunggal adalah ada yang menyediakan photobooth dari bunga-bunga berbentuk hati yang konon katanya biaya untuk sekali foto adalah Rp 20.000.
Salam dari pasir pantai yang halus dan lembut
Pantai Pok Tunggal ini recommended untuk liburan keluarga yang membawa anak-anak, karena pasirnya landai dan ombaknya terhalang batu karang. Jadi, di pantai ini saat siang hari ombaknya besar sampai ke pasir, lalu menjelang sore airnya menyurut sehingga karangnya terlihat. Di karang ini kita juga bisa menemukan bintang laut dan bulu babi.

Untuk makanan, di warung-warung pinggir pantai sudah banyak yang berjualan makanan seperti bakso, soto ayam, mie instan, kelapa, sampai nasi goreng pun ada. Bagi saya, kalau main ke pantai minum kelapa muda langsung dari buahnya tanpa es dan gula sudah cukup :).
Kelapa muda selalu jadi favorit kalau ke pantai
Beberapa koleksi foto pemandangan yang saya abadikan dengan kamera ponsel di Pantai Pok Tunggal kemarin :) 




Komentar