Katanya, usia 25 tahun akan berhubungan dengan kedewasaan seseorang. Katanya, banyak orang yang merasa "hidup mereka benar-benar dimulai" saat memasuki usia seperempat abad. Katanya juga, kita akan lebih bijak ketika melewati usia fase kehidupan yang ini.
Dari katanya-katanya yang sering saya dengar dan saya baca, saya menyimpulkan bahwa memasuki usia seperempat abad adalah sebuah momentum yang luar biasa. Pada kenyataannya, menjalani fase kehidupan seperempat abad ini tidak semudah menjalani fase-fase kehidupan sebelumya juga tidak semudah yang dibayangkan. Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi, termasuk apa yang kita dapatkan di usia 25, sampai akhirnya kita bisa mengambil hikmah dari setiap episode kehidupan usia seperempat abad. Sebenarnya, belakangan ini saya sudah sering menyebutkan apa saja tentang kehidupan umur 25 dengan hashtag #25'sLife di twitter. Berikut ini saya coba merangkum beberapa hal dari beberapa kali membuat hashtag #25'sLife.
#Memikirkan tujuan hidup
Selama berada di bangku pendidikan mungkin tujuan kita akan selalu terlihat jelas. Misalnya, lulus sekolah, dapat nilai bagus, dan kuliah kampus favorit. Tapi, setelah lulus kuliah dan mulai terjun ke masyarakat, kita akan ditemukan pada rutinitas bekerja yang 'itu-itu' aja, hubungan yang 'gitu-gitu' aja, sampai hidup yang seperti kurang berwarna. Pada akhirnya, kita berada di satu titik di mana akan merasa "apa sih sebenarnya tujuan hidup saya?" dan sepertinya Allah memang menuntun kita untuk menuju titik itu. Bersyukurlah bagi yang sudah menyadari tujuan akhir dari hidup kita apa, karena setelah itu akan terpikirkan "bagaimana cara mencapai tujuan hidup tersebut?".
#Lingkaran pertemanan akan terseleksi dengan sendirinya
Percaya dengan kalimat "setiap orang yang kita temui dalam kehidupan kita pasti punya maksud dan tujuan"? saya percaya. Kalau pada usia belasan sampai di awal usia 20-an kita bersemangat membangun jejaring dengan berteman dengan siapa saja, pada usia 25 tahun kita akan menemukan siapa saja sebenarnya teman-teman kita. Percaya atau tidak, memang kenalan-kenalan yang kita temui sebelumnya lama kelamaan akan menjauh ketika memang tidak memiliki tujuan yang sama dengan kita. Dan itu seringkali terjadi di saat kita menginjak usia seperempat abad. Mereka yang kita temui sebelumnya lalu pergi, berarti memang tujuan mereka dipertemukan dengan kita sudah selesai, tidak perlu lagi ada urusan dengan mereka. Seburuk apapun cara mereka pergi, berusahalah untuk tidak menyesalinya walaupun sulit.
#Lingkaran pertemanan akan terseleksi dengan sendirinya
Percaya dengan kalimat "setiap orang yang kita temui dalam kehidupan kita pasti punya maksud dan tujuan"? saya percaya. Kalau pada usia belasan sampai di awal usia 20-an kita bersemangat membangun jejaring dengan berteman dengan siapa saja, pada usia 25 tahun kita akan menemukan siapa saja sebenarnya teman-teman kita. Percaya atau tidak, memang kenalan-kenalan yang kita temui sebelumnya lama kelamaan akan menjauh ketika memang tidak memiliki tujuan yang sama dengan kita. Dan itu seringkali terjadi di saat kita menginjak usia seperempat abad. Mereka yang kita temui sebelumnya lalu pergi, berarti memang tujuan mereka dipertemukan dengan kita sudah selesai, tidak perlu lagi ada urusan dengan mereka. Seburuk apapun cara mereka pergi, berusahalah untuk tidak menyesalinya walaupun sulit.
Selain lingkaran pertemanan lama yang terseleksi dengan sendirinya, di usia 25 tahun biasanya mulai menemukan banyak lingkaran pertemanan baru. Memang tidak akan sebesar lingkaran pertemanan saat usia remaja, pada usia ini kita akan ditemukan pada lingkaran pertemanan yang memiliki value untuk hidup kita.
#Tidak semua rencana untuk usia 25 tahun tercapai dan itu adalah hal yang normal
Biasanya, anak muda punya rencana-rencana dan target dalam hidupnya yang akan berpatokan saat usianya 25 tahun. Seperti saya contohnya, saat memasuki usia 20an, saya berencana dan berharap bisa menikah maksimal umur 25 tahun, tapi kenyataannya? setengah tahun setelah saya resmi berusia 25 tahun saya masih sendiri :p. Saat kehidupan cinta belum menunjukkan ke arah yang lebih serius di usia ini, tidak perlu khawatir dan hidup kita tidak berakhir. Di usia ini justru kita akan menyadari bagaimana kualitas hidup kita tidak ditentukan oleh siapa yang ada di sisi kita, tapi kita sendirilah yang bisa memberikan makna pada hidup kita. Saat awal-awal mulai mendapat banyak undangan pernikahan, mungkin kita akan berpikir dan terbawa emosi untuk cepat menyusul, apalagi yang memang sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Nyatanya, semakin banyak undangan yang datang, kita akan semakin santai dan tetap baik-baik saja.
Selain target dalam kehidupan percintaan, mungkin ada lagi target yang lainnya, Misalnya, untuk lanjut sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, memiliki rumah sendiri, atau memiliki pekerjaan yang settle di usia 25 tahun. Sebenarnya, jikalau target-target ini juga belum tercapai tidak perlu khawatir karena saya yakin, Allah akan memberikan sesuatu yang tepat pada waktu yang tepat.
#Jaga kesehatan jasmani dan rohani
Mulai usia 25 berarti mulai memasuki usia dewasa tapi di satu sisi kita akan semakin tua karena umur manusia akan terus berkurang. Harus benar-benar dimanfaatkan usia ini agar nanti tidak menyesal saat tua. Salah satu yang perlu dijaga adalah kesehatan jasmani dan rohani. Di usia ini kita harus menjaga dengan baik pola hidup, mulai dari pola makan, pola tidur, sampai rutin berolahraga. Manfaatnya bukan hanya untuk saat ini, tapi juga bisa dirasakan 20 tahun lagi. Begitu juga dengan rohani kita yang perlu dijaga dengan rajin beribadah. Seriously, ibadah itu selain mendapat pahala juga membuat hati kita tentram dan damai. Manfaatnya juga bukan hanya untuk dirasakan pada masa muda saja, bahkan sampai nanti ketika kita sudah tua. Kalau kata papa saya, "Kalau masa mudanya ibadahnya cukup, nanti pas tua hidupnya damai. Biasanya orang tua itu susah tidur karena Allah masih mau dia terus menambah ibadahnya. Makanya mumpung kamu masih muda, jangan disia-siakan waktumu untuk melalaikan ibadah".
#Berada pada fase mendewasakan
Kedewasaan itu tidak selalu memiliki arti bijak dalam berkata-kata, jadi orang yang serius, tidak bisa menggunakan pakaian warna-warni, atau tidak bisa tertawa terbahak-bahak lagi. Kedewasaan berhubungan dengan pemikiran, sikap, dan hati. Pada fase usia seperempat abad ini, biasanya setiap orang memiliki momentumnya masing-masing untuk menuju kedewasaan.
Salah satu momentum itu mungkin momen perpisahan. Perpisahan yang terjadi di usia 25 tidak akan semudah perpisahan pada usia-usia sebelumnya dan hal ini adalah sesuatu yang wajar. Sampai akhirnya, kita akan sadar momentum perpisahan itu membawa kita pada tahap yang lebih mendewasakan secara hati, sikap, dan pemikiran.
Terakhir, bagi saya sendiri memang hidup di usia 25 yang seperti sedang saya jalankan bukanlah kehidupan usia 25 yang saya rencanakan atau bayangkan sebelumnya. Tapi, dari semua peristiwa yang terjadi dalam menjalani fase ini, saya justru bersyukur Allah memilihkan jalan ini untuk saya.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua yang sedang berada di fase seperempat abad atau sedang menuju fase ini :)
![]() |
| Memasang foto ini di tulisan ini karena di fase usia seperempat abad ini justru saya merasa bebas untuk berekspresi, saya melihat bahwa di depan sana ada masa depan yang secerah langit biru :) |

Komentar
Posting Komentar