Si Cantik Air Mancur Menari

Sebagai penikmat lampu-lampu pada kegelapan, ketika melihat berita tentang air mancur menari di Monas, saya langsung bersemangat "pokoknya harus ke sana, harus nonton!". Kemudian, datanglah ide random ketika sedang mengerjakan soal ujian tengah semester hari Jumat lalu. Ide random ini kemudian saya lempar ke salah satu grup, "gue pengen nonton air mancur menari, yuk...". Dan gayung pun bersambut, keesokan harinya saya untuk pertama kalinya menikmati pertunjukan air mancur menari di Monas.

Hari itu, saya dan tiga orang teman sudah bersiap di Monas dari sore hari, setelah sebelumnya kami menyambangi perpusnas sampai tutup. Saat malam tiba, kami mulai menuju ke lokasi air mancur yang terletak di sebelah barat Monas. Sesampainya di sana, kami sengaja memilih tempat yang maunya Monas jadi latar belakang air mancur. Jadilah kami duduk di sebelah barat air mancur sambil menghadap timur. Oh iya, tribun untuk menikmati air mancur ini hanya ada di sebelah utara dan selatan Monas, jadi kalau duduk di sisi timur atau barat air mancur, ya duduk ngedeprok di jalan setapak.

Air mancur Monas ini sebenarnya sudah mulai direnovasi sejak era gubernur Sutiyoso pada tahun 2004. Renovasi berjalan dari 2004-2009, sempat terhenti, dan ditutup pada tahun 2009. Sejak era gubernur Ahok-Djarot, air mancur ini mulai direnovasi kembali dan akhirnya diresmikan oleh Pak Djarot pada tanggal 12 Agustus 2017. Air mancur menari ini dapat dinikmati oleh siapapun secara gratis

Pertunjukan air mancur menari ini berlangsung setiap hari Sabtu dan Minggu malam. Di setiap harinya ada dua sesi pertunjukan, yaitu pukul 19.30 WIB dan 20.30 WIB. Konsep dari pertunjukan ini adalah air mancur akan menari diiringi alunan musik lagu daerah yang dimainkan langsung dengan piano. Dalam satu sesi pertunjukannya, ada 5-6 lagu daerah yang dibawakan dengan jeda setiap 2 lagu. Di dalam pertunjukan ini juga ada pembawa acaranya lho, mereka akan memandu acara selama pertunjukan berlangsung dan juga menyapa pengunjung sambil memberi informasi trivia mengenai Monas di saat waktu jeda. 

Selain diiringi dengan alunan musik, air mancur menari juga dilengkapi dengan lampu warna-warni. Lampu-lampu itu akan bergantian menyala sesuai dengan irama lagu dan gerakan si air mancur. Efek visual inilah yang saya sukai, karena saya suka lampu warna-warni hehehe. Pokoknya, sama sekali tidak bosan menonton pertunjukannya, malah selalu berdecak kagum :').

Malam itu, setelah menikmati pertunjukan air mancur menari di Monas, saya menemukan bahwa inilah sisi lain menikmati keindahan Monas. Mungkin selama ini banyak yang berpikir "ngapain sih mian ke Monas?", tapi bagi saya, wisata ke Monas itu sederhana tapi punya tempat keindahan dan hiburan tersendiri. Saya juga menyadari bahwa kadang orang mencari-cari hal yang membuat mereka bahagia, padahal sebenarnya kebahagiaan itu dekat dengan mereka, karena mereka sendirilah yang menciptakan kebahagiaan itu dengan hal yang sederhana. Sesederhana saya bahagia melihat lampu dan air mancur warna-warni :D.

Sedikit dokumentasi air mancur menari di Monas :



t y a s p u t e r i
Jakarta, 15 Oktober 2017

Komentar