Ketika menulis tentang #25'sLife saya menulis sedikit tentang pertemanan, di mana akan ada saatnya lingkaran pertemanan kita terseleksi dengan sendirinya. Ada kalanya teman-teman lama kita pergi karena memang sudah tidak sejalan, ada kalanya teman-teman lama itu tetap bertahan dalam keadaan apapun, dan ada kalanya datanglah orang-orang baru yang mengisi hidup kita dengan value yang memang sejalan dengan value pada hidup kita. Seleksi alam dalam pertemanan memang terjadi dan saya menyadari itu.
Berbicara tentang seleksi alam dalam pertemanan, kita memang tidak bisa memilih siapa saja yang kita inginkan hadir dalam hidup ini, tapi kita bisa memilih kepada siapa kita berkawan dan bertahan. Pada awal berkenalan dan berteman dengan seseorang atau sekelompok orang, kita memang tidak bisa memilih siapa mereka. Selanjutnya, jika memang ada di antara mereka yang tidak sesuai dengan tujuan kita, percayalah bahwa mereka akan dijauhkan dan kita akan bertahan pada mereka yang memang sejalan.
Seleksi alam dalam pertemanan ini bukan maksudnya pilih-pilih dalam berteman lho ya! karena memang saya mengalami sendiri ada beberapa teman yang dulu dekat jadi menjauh dan teman-teman yang baru hadir banyak yang sejalan dengan saya. Bahkan, kehadiran beberapa teman baru ini justru bisa menjadi 'obat' atas drama kehidupan masa lalu dan bisa menerima saya apa adanya. Tapi, bukan berarti saya menjadikan teman yang terseleksi itu 'mantan teman' karena tidak ada di kamus saya kata-kata mantan teman. Kita tetap teman, tapi mungkin tujuan pertemanannya sudah tidak sama seperti dulu dan tidak bisa seakrab dulu.
Apakah ada yang berpikir "duh, ribet banget sih pertemanan aja ada seleksinya?"
Masih ingat hadist Rasulullah yang kira-kira seperti ini artinya:
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan saya berusaha mengamalkan hadist Rasulullah tersebut. Saya berusaha menjalaninya dimulai dari diri sendiri, yaitu berusaha menjadi teman yang baik untuk orang-orang di sekitar saya. Saya percaya bahwa niat baik akan selalu dipertemukan dengan orang-orang baik dan kesempatan-kesempatan berbuat baik. Sehingga memang pada akhirnya saya bersyukur dipertemukan dengan mereka yang baik, mereka yang bisa memberi manfaat dan mereka yang bisa menerima satu sama lain dengan apa adanya.
Seleksi dalam pertemanan juga terjadi pada teman dekat saya. Tapi, pada teman dekat, saya tidak mengalami seleksi alam, tapi sayalah yang memilih untuk berteman dekat dan bertahan dengan siapa. Di usia ini, saya menyadari bahwa teman dekat itu sangat penting. Selain sebagai teman berbagi cerita, teman dekat juga menjadi pengingat ketika kita berbuat kesalahan. Teman dekat yang baik, tidak akan sungkan memarahi dan memaki kita ketika kita berbuat salah, sampai akhirnya kita sadar bahwa memang kita salah. Selain itu, teman dekat pun bisa menjadi bahan penilaian bagaimana sifat kita dan bagaimana agama kita. Satu yang ingin saya tanamkan dalam diri ini, jangan sampai menyesal di akhirat nanti karena sudah berteman dan bertahan dengan teman yang zhalim yang justru menjauhkan kita dari agama dan kebaikan.
Dan terakhir, pada fase kehidupan ini, saya juga menyeleksi teman berdasarkan tingkat drama kehidupan dan tingkat menyusahkan hidup orang lain. Saya sudah terlalu lelah untuk memilih bertahan untuk berteman dengan yang memiliki sejuta drama dalam kehidupannya. Oleh karena itu, saya pun mendidik diri sendiri untuk menjalani hidup yang sederhana saja, tanpa banyak drama agar terhindar dari orang-orang yang banyak drama dalam hidupnya :D.
Walaupun berteman secara sederhana, alhamdulillah hidup lebih bahagia~

Setuju banget. Value pertemanan lebih berharga daripada jumlah pertemanan itu sendiri. :))
BalasHapusBanget kaaak! bener-bener terasa kalo velue lebih pentiiing :)
HapusThank you for reading hehehe
-putri-
Baguuuus tulisannyaa. Saya pribadi juga ngerasa gitu sih. Pertemanan lingkarannya mengecil, tapi lebih berkualitas juga sih jadinya. No drama, no gossip, nooo tusuk-tusukan. :)))
BalasHapusBerkumpul dengan orang-orang baik itu salah satu bentuk lain dari rezeki yaa mbak. Ohiya, saya suka paragraf terakhirnya!
BalasHapus