Bagi orang yang tinggal di Jakarta dengan segala ke-hectic-annya mungkin jarang yang terpikirkan untuk berjalan kaki di Jakarta. Memang banyak pertimbangan untuk berjalan kaki di Jakarta, mulai dari tingkat polusi udara yang tinggi, kondisi trotoar pejalan kaki yang kurang bersahabat, keamanan diri ketika berjalan, sampai panas Jakarta yang menyengat. Tapi, tidak ada salahnya jika ingin mencoba berjalan kaki di Jakarta sambil menikmati keadaan kota Jakarta tercinta. Bahkan, saya masih punya rencana yang belum terwujud untuk berjalan kaki dengan random di Jakarta dengan beberapa jalur yang sudah disiapkan, semoga segera ada yang mau menemani saya dan waktunya pas untuk mewujudkan rencana ini.
![]() |
| Semoga semakin banyak trotoar di Jakarta yang ramah untuk pejalan kaki |
Ya, saya bisa dibilang orang yang suka berjalan kaki. Seringkali, saya memilih berjalan kaki ketika terjebak macet sampai ke ujung kemacetan. Atau ketika saya melihat jarak yang tidak terlalu jauh, saya memilih untuk berjalan kaki daripada menggunakan alat transportasi, paling tidak ketika jarak yang ditempuh hanya memerlukan 15-20 menit jika berjalan kaki, maka saya akan memilih berjalan kaki jika memang tidak diburu dengan waktu.
Mungkin bagi sebagian orang menganggap aneh pilihan senang berjalan kaki, apalagi di Jakarta. Tapi, entah kenapa saya menemukan sensasi menyenangkan dan menyehatkan dari berjalan kaki. Ya memang melelahkan dan kadang panas mataharinya cukup menyengat. Tapi, ketika mengingat bahwa berjalan kaki itu menyehatkan dan mengingat bahwa di suatu masa nanti matahari hanya berjarak sejengkal di atas kepala kita, saya sangat bisa menikmati momen berjalan kaki.
Momen berjalan kaki bagi saya adalah momen yang bisa menciptakan kebahagiaan dari hal yang sederhana, ya sesederhana berjalan kaki. Ketika berjalan kaki saya bisa mengamati sekitar, mendapatkan inspirasi, dan kadang bisa berinteraksi secara tidak sengaja dengan orang yang saya temui di jalan. Ketika berjalan kaki, saya merasa lebih bisa menghafal jalan yang saya lewati sampai letak tempat-tempat yang saya lewati ketika berjalan. Bahkan, kadang saya senang menikmati pemandangan langit, awan, dan gedung-gedung bertingkat.
![]() |
| Menikmati gedung dan langit ketika berjalan kaki |
![]() |
| Atau menemukan pekerja yang sedang membersihkan jendela |
Saya akui, untuk berjalan kaki di Jakarta memang punya banyak tantangan. Tantangan utama menurut saya adalah trotoar yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan polusi udara dari asap kendaraan bermotor. Dua tantangan ini memang sangat sulit dihindari, tapi kalau kita bisa menikmati momen berjalan kaki, ya sudah terima saja dua tantangan terberat ini hehehe.
Menurut saya, jika mau berjalan kaki di Jakarta, kita butuh menyiapkan diri dan membulatkan niat. Beberapa yang perlu disiapkan ketika memang kita niat menikmati momen berjalan kaki (bukan hanya di Jakarta) adalah:
#Menggunakan Outfit Yang Sesuai
Menggunakan outfit yang sesuai untuk berjalan kaki sebenarnya untuk memudahkan pergerakan kita. Pilihlah pakaian yang menyerap keringat dan tidak panas, pilihlah sepatu atau sandal yang nyaman untuk berjalan, serta siapkan topi jika takut kepanasan. Selain untuk memudahkan pergerakan, pemilihan outfit yang sesuai juga dimaksudkan untuk menjaga diri kita dari orang-orang yang berniat jahat yang mungkin kita temui.
#Membawa Perlengkapan Esensial
Perlengkapan yang menurut saya penting adalah air minum dan payung. Tentu kita membutuhkan air minum ketika sewaktu-waktu haus di jalan atau kita pasti membutuhkan payung ketika tiba-tiba hujan, karena memang kadang cuaca tidak menentu. Perlengkapan lain yang tidak kalah penting adalah masker untuk melindungi kita dari menghirup polutan yang tersebar di udara.
#Tetap Menjaga Barang Bawaan dan Menjaga Diri
Ini penting banget! jangan lupa dengan barang bawaan yang kita bawa, mulai dari handphone, dompet, dan sebagainya. Saran saya, kalau lagi berjalan kaki, jangan sering-sering liat handphone. Selain berbahaya, bisa jadi malah mengundang kejahatan dari orang-orang sekitar. Kalau memang mau melihat peta, usahakan tidak terlalu sering, lebih baik lagi kalau misalnya sedikit dihafal arahnya. Menjaga diri juga penting, karena kita tidak pernah tau siapa yang akan kita temui di jalan. Sebenarnya yang penting adalah menjaga gerak-gerik tubuh kita supaya terlihat santai, misalnya tidak cepat panik ketika melihat segerombolan orang-orang bertato dan semacamnya.
Dari ketiga persiapan diri yang sederhana di atas, sebenarnya yang paling penting adalah niat yang lurus untuk berjalan kaki. Terakhir, semoga trotoar di Jakarta semakin baik ke depannya, supaya lebih nyaman untuk berjalan kaki hehe. Semoga juga keinginan berjalan kaki secara random bisa segera terwujud :).



Komentar
Posting Komentar