Berawal dari keinginan untuk punya ruang atau spot untuk menjahit yang rapi, akhirnya saya mencoba membuat mini project untuk menciptakan ruang jahit sederhana yang sesuai dengan keinginan saya. Untuk memulai project ini, saya sering berkelana di pinterest untuk mencari inspirasi. Semakin mencari inspirasi di pinterest, yang ada saya semakin banyak maunya karena ruang jahit ala pinterest itu udah keren-keren banget hahaha. Akhirnya, ya sudahlah saya mengambil ide-ide dari pinterest yang memang bisa diterapkan di rumah saya.
Langkah berikutnya adalah saya membuat suatu sketsa, kira-kira apa saja yang saya butuhkan di sekitar mesin jahit saya. Kemudian saya mulai memikirkan dari mana saja barang-barang yang dibutuhkan bisa saya dapatkan, tapi dengan low budget.
![]() |
| Kira-kira beginilah sketsa yang saya buat. Ini sketsa ala anak metalurgi yang dulunya pingin kuliah di interior :D |
Setelah membuat sketsa, yang menurut saya paling mudah dilakukan pertama kali adalah make over rak buku yang sudah tidak terpakai. Make over ini sebenarnya hanya mengecat ulang rak dari warna biru tua ke warna putih. Entah kenapa saya lagi suka rak yang warnanya putih jadi saya pilih warna putih. Pengecatan ini saya lakukan sendiri, pakai cat minyak. Awalnya, saya kira bisa di-cover dengan sekali cat, ternyata saya butuh tiga layer agar warnanya merata. (Yang suka mengecat pasti mengerti bagaimana caranya mengecat yang berlapis-lapis begini hahaha).
![]() |
| Proses pengecatan rak buku bekas, pakai cat minyak yang merknya terkenal; "Kuda Terbang" |
Pada sketsa yang saya buat, saya sebenarnya ingin meletakkan tanaman di atas rak tersebut. Ide awalnya memang menggunakan tanaman asli, lalu saya bingung mau menaruh apa di sana karena kebanyakan ide hahaha. Kadang saya ingin menaruh kaktus, kadang saya ingin menaruh tanaman air, atau kadang saya ingin menaruh tanaman biasa saja asal bisa tumbuh di dalam ruangan. Akan tetapi, setelah berpikir panjang, akhirnya saya lebih memilih tanaman hias palsu karena takut malah zhalim sama tanaman hidup karena tidak sempat mengurus. Alhamdulillah, waktu belanja ke Daiso ketemu sama tanaman hias kecil yang cocok.
Kemudian, saya juga mulai mencari ide tentang membuat papan yang akan digunakan sebagai tempat berbagai macam peralatan jahit. Ide awalnya menggunakan pegboard yang berlubang-lubang dan tinggal ditambah kait yang disangkutkan ke lubangnya. Tapi, karena pegboard itu ternyata mahal, akhirnya saya memutar otak untuk menggunakan styrofoam bekas yang ada di rumah. Styrofoam ini kemudian saya lapisi lagi dengan papan plastik.
Masalah selanjutnya adalah bagaimana saya membuat tempat benang di papan. Kalau pake pegboard, saya hanya butuh beli pengkait (yang ternyata juga mahal haha) dan disangkutkan ke papan. Sempat terpikirkan pakai sumpit bambu dipotong-potong, terpikirkan juga pakai paku, sampai akhirnya saya memutuskan untuk memakai kawat. Saat diskusi sama papa tentang kawat ukuran berapa yang kira-kira harus saya beli, tiba-tiba papa memberi ide untuk pakai kawat dari kabel bekas. Akhirnya, untuk urusan memasang kawat ke papan ini saya kerjakan berdua sama papa hahaha mulai dari membuka kabel bekas, memotong kawat, sampai memasang dan memastikan kawat tidak bergoyang.
![]() |
| Saya dan Papa sengaja tidak membuka bungkus kawatnya, supaya warna-warni hehe |
Untuk pembagian ruang pada sisa papan, saya memanfaatkannya untuk tempat segala macam peralatan yang dibutuhkan untuk menjahit. Tak lupa saya menambah hiasan di papan dengan hasil karya weaving.
Selain mengecat rak buku, mini project ini saya selesaikan di long weekend lalu. Lumayan, mengisi waktu liburan dengan hal yang bermanfaat. Alhamdulillah, saya puas dengan hasilnya! Tidak perlu dengan barang-barang mahal, barang-barang yang ada di sekitar kita juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi sesuatu yang berguna kok :).










Waah keren mbak! Dulu waktu sempat semangat ingin menjahit saya juga suka mupeng sama ide ruang jahit di pinterest yg kece kece. Tapi kemudian semangat jahit nya terbang entah kemana ��
BalasHapusAyooo dicari lagi semangatnya! seru loh bisa jahit hehehe :D
HapusTerimakasih sudah mampir
-Putri-
Bagus... Btw.. info dong.. kalau beli mesin jahit lebih baik dimana ya? Kayanya rumit ya milih mesin jahit kaya beli gadget, harus tahu spec-nya juga
BalasHapusHai Kak!
HapusAku beli mesin jahit portable ini online lewat kenalan temenku. Untuk pemula, biasanya pilih spec yang sederhana aja, yang penting sesuai keinginan dan budget. Aku pakai Janome NS 211 A yang lumayan lengkap jenis jahitannya dan harganya masih terjangkau.
-Putri-
Ruang jahitnya rapi gini. Teridentifikasi dengan mudah
BalasHapusHehehe terimakasih :)
HapusTerimkasih juga sudah mampir
-Putri-
Aaaaak. Aku juga pengen banget punya personalized space kayak giniii, tapi untuk menampung peralatan elektronik pendukung kegiatan menulis akuuuu. Sayangnya berhubung belum tinggal di rumah tetap, jadi nggak enak kalau mau hias-hias ruangan. :(
BalasHapusHai Kak Ayu!
HapusSemoga segera tercapai keinginannya yaaah :D
Enak kalo punya satu space sendiri, jadi nyari-nyarinya gampang hehe
-Putri-