Beberapa waktu lalu, teman saya membagikan sebuah film pendek karya Putri Tanjung yang berjudul "Kinetik". Film pendek ini seperti menggambarkan sekali bagaimana pemuda milenial dan mengajak kita untuk melakukan sesuatu agar masa muda kita bermanfaat.
Film pendek ini berkisah tentang tiga sahabat, yaitu Karim, Dea, dan Kevin. Setiap harinya mereka memiliki pekerjaan dan kesibukan masing-masing. Suatu hari, di tengah kota Jakarta yang ramai dan terus bergerak, mereka melakukan pertemuan di salah satu kafe di Jakarta. Saat itu, Karim merasa jenuh dengan kegiatannya sehari-hari karena merasa ada yang kurang.
"Ketika lo udah bekerja untuk menghidupi diri dan berkarya untuk memuaskan batin, apalagi yang harus kita lakuin? untuk terus merasa hidup"-Karim
Apa yang dirasakan Karim, ternyata dirasakan dan disambut dengan baik oleh kedua sahabatnya. Kevin merasa ketika memang sedang jenuh, ada ruang kosong yang harus diisi. Maka akhirnya mereka bertiga sepakat untuk melakukan suatu perubahan pada desa yang ada di sekitar Jakarta.
Untuk lebih menjiwai bagaimana pesan yang disampaikan film ini, saya amat menyarankan untuk menonton film ini hehehe. Film kinetik, bisa ditonton di tautan berikut ini: Kinetik by Putri Tanjung
Bagi saya, film pendek ini pesannya sangat mengena untuk kaum muda di zaman milenial ini. Alih-alih menjadikan "YOLO (You Only Life Once)" sebagai motto hidup di masa muda untuk kegiatan yang hanya hura-hura untuk mencari kebahagiaan, lebih baik YOLO-nya digunakan untuk berbagi, melakukan perubahan, dan menjadi bermakna untuk sekitar kita. Saya merasakan sendiri kok, kebahagiaan itu bisa terasa berkali-kali lipat ketika kita bisa berbagi untuk sekitar kita.
Menjadi manusia yang sedang berada di fase kehidupan anak muda, apalagi menjadi anak muda di zaman milenial, pemikiran dan kehidupan saya dan teman-teman seusia tidak bisa jauh-jauh dari kehidupan zaman milenial. Saya pun tidak menyangkal bahwa saya suka berkumpul bersama teman-teman untuk sekadar duduk di taman atau kafe serta kehidupan saya diwarnai oleh gadget dan sosial media. Selain itu, saya menyadari juga bahwa usia muda memang menjadi fase sibuk dalam kehidupan seseorang. Bekerja, berkumpul bersama teman, jalan-jalan, melakukan yang disenangi, dan sebagainya.
Di tengah segala kesibukan itu, saya dan beberapa orang yang sedang berada di usia saya mungkin setuju, kadang ada masanya kita merasa jenuh. Seperti ada yang kurang dan ingin melakukan sesuatu. Sekitar satu tahun yang lalu, saya mengalami fase stuck dalam diri saya, ya benar seperti milenial lainnya, ingin melakukan sesuatu yang lebih. Kalau saya, saya merasa ingin masa muda saya bermanfaat untuk diri sendiri dan untuk sekitar saya. Jadi, saya berusaha untuk melatih diri di keterampilan yang sesuai dengan passion saya dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang bisa saya lakukan.
"Jangan takut mejadi tua, karena menjadi tua itu pasti. Tapi takutlah jika ternyata masa mudamu tidak berguna"- Unknown
Kunci dari untuk menjadikan masa muda kita berguna adalah dengan terus bergerak. Memang tidak mudah untuk berubah dan menbuat perubahan untuk sekitar, tapi semua akan mungkin terjadi jika memang kita tidak lelah untuk bergerak melakukan suatu perubahan. Untuk yang bingung ingin bergerak dari mana, coba lihat kembali ke dalam diri dan hati kalian, apa yang menjadi passion kalian selama ini. Lalu, mulailah menjadikan passion itu untuk memulai suatu pergerakan untuk perubahan. Kemudian, niatkan dalam hati bahwa apa yang kita lakukan untuk perubahan yang lebih baik adalah sebagai ibadah kita dan sebagai tugas kita menjadi makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia di dunia ini.
Semoga dimudahkan bagi yang merasa hidupnya sedang merasa kosong, untuk bergerak menuju perubahan :).
Komentar
Posting Komentar