Dalam rangka menjalankan salah satu bucket list untuk mengunjungi minimal satu museum dalam satu bulan, di salah satu weekend yang 'kosong' saya merencanakan untuk mengunjungi Museum Gajah atau Museum Nasional. Kalau ditanya kenapa pilihan pertama ke museum ini? Jawabannya adalah karena aksesnya dengan Transjakarta cukup mudah. Selain itu, mau mengajak adik-adik mencoba naik Transjakarta koridor Ciledug-Blok M yang jalurnya lewat jembatan layang yang belum lama beroperasi.
Pergi ke museum kali ini saya mengajak dua adik saya dan dua adik sepupu saya, jadi kami pergi berlima. Pertanyaan dari adik sepupu saya yang masih kelas 1 SD ketika mau berangkat adalah "Kak, kalau di museum gajah itu isinya banyak gajahnya?" Saya sempat tertawa dengan pertanyaan polosnya dan kemudian saya jawab, "Ada patung gajahnya, tapi lihat aja nanti di sana ada apa aja ya."
Museum Nasional adalah sebuah museum yang berada di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12. Museum ini sudah mulai dibentuk dari zaman penjajahan Belanda untuk memajukan penelitian di bidang seni dan ilmu pengetahuan. Bahkan, museum ini sudah dibuka sejak tahun 1868. Museum Nasional sering disebut sebagai Museum Gajah karena di depan gedungnya terdapat patung gajah dari perunggu sebagai hadiah dari Raja Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871. Untuk lebih mengetahui tentang Museum Nasional, bisa dilihat pada tautan berikut ini: Museum Nasional Republik Indonesia.
Sebagai museum yang sejak awal berdirinya memang untuk penelitian yang memajukan seni dan ilmu pengetahuan, koleksi di museum ini menjadi sangat beragam. Koleksi yang ada mulai dari arkeologi, budaya, seni arsitektur, sosial, aksara, keramik, sampai perhiasan ada di museum ini. Untuk tiket masuk ke musum pun cukup terjangkau, pengunjung hanya perlu membayar Rp 5000,- untuk orang dewasa dan Rp 2000,- untuk anak-anak.
Sesampainya di sana, kami langsung menuju ke gedung baru museum. Jadi, Museum Nasional ini memiliki gedung lama yang sudah dibuka sejak dulu kala dan gedung baru yang lebih modern dan terdiri dari 4 lantai pameran. Sayangnya, untuk saat ini yang dibuka hanya pameran di gedung baru saja karena gedung lamanya sedang direnovasi. Oh ya, di Museum Nasional ini setiap hari Sabtu ada latihan menari tradisional gratis. Jadi, bagi yang ingin belajar menari gratis, bisa datang ke Museum Nasional mulai pukul 10.00 pagi.
Sebelum memasuki ruang pameran, kita harus menitipkan tas terlebih dahulu. Tas yang boleh dibawa hanya tas kecil atau hanya membawa ponsel saja. Untuk lebih memudahkan selama mengelilingi museum, lebih baik membawa buku panduan yang bisa diambil secara gratis di pintu masuk museum.
![]() |
| Yang bisa diambil dari loket sebelum masuk museum |
Di lantai 1 museum, kita akan menikmati pameran dan pengetahuan tentang evolusi manusia dan lingkungannya. Kemudian, naik ke lantai 2 kita akan melihat pameran benda-benda yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi. Di lantai ini yang menarik bagi saya adalah pameran prasasti-prasasti yang bertuliskan dengan berbagai bahasa. Ketika kita naik ke lantai 3, kita akan menjumpai pameran yang berhubungan dengan organisasi sosial dan pola pemukiman. Di lantai ini yang menarik perhatian saya adalah banyaknya minatur rumah adat yang berasal dari seluruh Indonesia. Lantai terakhir pameran, yaitu lantai 4, berisi perhiasan dan keramik. Pameran di lantai ini cukup menarik bagi saya karena jadi tahu perhiasan milik raja-raja sampai barang-barang mewah yang dimilikinya. Sepertinya di lantai ini barang-barang pamerannya adalah barang-barang milik bangsawan pada zaman dahulu kala. Mungkin karena alasan inilah yang menjadikan kita tidak boleh sama sekali mengambil foto di lantai ini.
![]() |
| Salah satu pameran tentang manusia purba |
Sebenarnya, selama berkeliling di museum kali ini saya jarang sekali mengambil foto. Foto yang saya ambil kebanyakan papan-papan informasi yang menarik bagi saya. Entah mengapa pokoknya cuma ingin menikmati tanpa harus sibuk mengambil gambar. Benar-benar ingin perhatiannya terkonsentrasi untuk menyerap informasi yang ada di setiap benda yang saya lihat.
Setelah puas berkeliling ke museum sampai jam makan siang, sudah waktunya kami harus mengisi perut hehe jadi kunjungan ke Museum Nasional disudahi. Cukup kecewa sih ternyata gedung lama museum sedang direnovasi, tapi berarti menjadi alasan untuk nanti kembali mengunjungi museum ini.
![]() |
| Wefie sebelum pulang, mukanya sudah lapar~ |




Komentar
Posting Komentar