![]() |
| Gambar dari www.google.com |
Suatu hari, saya sedang di sebuah minimarket sebelum berkumpul dengan beberapa teman. Saat itu, teman saya meminta saya lewat telepon untuk membeli beberapa cemilan yang katanya terserah saya mau beli apa. Saya bingung! Jujur, dari kecil kalau disuruh jajan dan harus memilih mau jajan apa, saya tidak mengerti. Akhirnya, saya menyerah dan meminta teman saya menyebutkan saya harus beli apa saja.
Pada suatu waktu yang lain, ketika saya berkegiatan di sekolah, saya dan teman-teman memang suka jajan di jam istirahat. Sejujurnya, justru saya baru berani jajan jajanan SD ya sekarang ini, itu pun lebih sering icip-icip punya teman. Waktu kecil dulu, berapa kali saya jajan telur gulung, cilung, cilok, cilor, dan segala macamnya itu bisa dihitung pakai jari. Dari kecil, saya penakut sama jajanan yang seperti itu. Kadang kepikiran minyaknya udah dipakai berkali-kali, kadang kepikiran saosnya terbuat dari apa, sampai kadang kepikiran makanan itu tidak ditutup jadi pasti banyak debu yang menempel.
Begitu pula di zaman serba kekinian ini. Di saat banyaknya jajanan yang hits di kalangan anak muda, saya bukan termasuk yang akan berbondong-bondong mencoba jajanan hits tersebut. Biasanya, untuk mencoba jajanan itu ya nanti kalau memang dibelikan, diajak, atau kebetulan ada kesempatan. Kalau harus saya yang menetukan sendiri, saya lebih memilih untuk jajan makanan yang memang sudah lama menjadi jajanan favorit dibandingkan jajanan hits yang selalu mengantre hahaha.
Mungkin teman-teman saya merasa aneh, apakah saya sebegitunya jarang jajan sampai suka bingung sendiri dan banyak ngga taunya tentang jajanan? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Saya suka jajan, tapi jajanan saya adalah jajanan yang sudah trusted pada diri saya. Misalnya, kalau ke minimarket pilihannya selalu susu, eskrim, atau oreo. Jarang sekali melirik jajanan lain. Kebetulan memang dari kecil saya tidak dibiasakan makan chiki dan sejenisnya, jadi sampai sekarang ya biasa saja kalau bertemu chiki atau keripik bermicin hehehe. Bahkan, makan jajanan yang bermicin suka pusing sekarang~ Benar-benar kalau misalnya mencoba jajanan baru, ya karena dikasih tau teman dan icip-icip punya teman. Pokoknya, saya jajan yang saya suka dan saya butuhkan saja :D.
Kemudian saya berpikir dan menyadari, secara tidak langsung ini adalah pengaruh dari pola asuh mama sejak kecil. Saya sadar ketika sedang mengobrol sama mama dan adik yang paling kecil. Saat itu percakapan kami cukup absurd yang intinya mama menyuruh kami jajan, tapi kami malah bingung "mau jajan apa ya Ma? ngga tau". Akhirnya, mama malah menjawab "anak-anak lain sampai dilarang mamanya buat jajan, ini anak-anak mama malah bingung disuruh jajan".
Lalu, saya mencoba menuliskan di sini bagaimana pola "tidak suka jajan" bisa terbentuk di dalam diri anak-anak mama, mungkin juga bisa menjadi tips membatasi kebiasaan jajan pada anak-anak.
#Disediakan makanan di rumah dan membawa bekal ke sekolah
Dari kecil memang saya akrab dengan masakan rumah dan membawa bekal ke sekolah. Masakan nenek dan mama yang disediakan di rumah membuat saya tidak merasa perlu untuk jajan karena sudah kenyang. Dibawakan bekal ke sekolah juga menjadi faktor saya jarang sekali jajan di sekolah. Jadi, alhamdulillah selama ini memang asupan makanan terjamin.
#Diberi pengertian tentang risiko jajan sembarangan
Zaman sekolah dulu, mama memangs sering cerita tentang jajanan-jajanan pinngir jalan yang belum terjamin kebersihan dan kesehatannya. Jadi, saya sendiri menjadi takut untuk mencoba soalnya cerita mama kadang menyeramkan hehehe. Sebenarnya ini ada sedikit efek negatifnya, karena saya menjadi orang yang pemilih terhadap jajanan pinggir jalan atau jajanan tenda. Tapi, semakin dewasa, saya semakin bisa berdamai dengan jajanan pinggir jalan kok asalkan tidak amigos (agak minggir got sedikit).
#Ada jajanan yang bisa dibuat di rumah
Ini adalah kebiasaan yang sampai sekarang masih saya lalukan, yaitu membuat sendiri jajanan yang saya inginkan di rumah. Saya sering membuat telur yang dicetak bulat-bulat kecil, kue cubit, sampai banana nugget. Pada dasarnya jajanan-jajanan tersebut sederhana dan memang bisa dibuat di rumah. Apalagi kalau buat sendiri kita lebih bisa menjamin semuanya.
#Mencontohkan makanan sehat
Rumah itu bagai sekolah pertama untuk setiap anak. Ketika sejak kecil sudah terbiasa melihat contoh makanan sehat, maka bisa menjadi kebiasaan sampai besar. Di rumah saya, makan sayur adalah hal yang pasti dilakukan setiap hari oleh orang-orang rumah saya. Kebiasaan itu pun saya bawa sampai besar, bahkan cemilan saya kalau ke kantor adalah sayuran rebus hahaha daripada cemilannya keripik yaaa kaaan :D
#Diberi tahu tentang jajan itu adalah hal yang mewah
Maksudnya begini, ketika di rumah sudah siap sedia segala macam makanan, kalau mau jajan berarti kan harus mengeluarkan uang lebih. Mengeluarkan uang lebih untuk sesuatu yang melebihi kebutuhan menurut saya berarti kemewahan. Bagi saya waktu kecil, untuk makan ayam goreng di restoran fast food itu sudah termasuk hal yang mewah loh. Bahkan sampai sekarang mindset itu masih tertanam dengan baik. Pada intinya, sering jajan berarti mengeluarkan uang berlebih sehingga berarti sudah mampu hidup mewah, di mana hidup mewah tidak boleh sering-sering, karena kalau sering-sering berusaha hidup mewah tidak akan terasa lagi kemewahannya.
Jadi, begitulah awalnya saya tidak sengaja terdidik menjadi saya yang tidak terlalu suka jajan, apalagi jajanan kekinian. Walaupun saya merasa tidak sengaja terdidik, tapi sepertinya hal-hal ini bisa ditiru ketika nanti (Insya Allah) saya mendidik anak saya. Semoga.

Waah bisa dicoba ini tips and trick nyaa hihi, terimakasiih :D
BalasHapuspercis didikan ortu suamiku ...mamaku juga ngedidik gitu.. tp kayanya karakter anak2 mamaku yg emang doyan jajan ..malah jadi backstreet 😅 ... tp mmg jadinya jajan ga sebanyak temen2 lain sih 😆
BalasHapus
BalasHapusGreen dragon adalah situs taruhan casino online yang menyediakan semua jenis permainan secara live :)
permainan casino secara live dapat dimainkan dimanapun ketika bergabung bersama bolavita
kontak admin kami
Line : cs_bolavita
WA: 0812-2222-995
Telegram : @bolavitacc
bonus rollingan setiap minggu 0.5% + 0.7% ayuk jgn tunggu lagi teman" di sini http://159.89.197.59/agen-gd88-green-dragon-live-casino-online-indonesia