Ikuti Saja Jalan-Nya


Desclaimer: Tulisan ini dibuat di sela-sela lelah belajar untuk ujian tengah semester dan rasanya hanya untuk menguraikan benang kusut di kepala. Insya Allah, walaupun banyak curhat, tetap ada faedah yang bisa diambil~

Semua ini berawal dari awal masuk semester 2 perkuliahan saya. Hasil pencapaian di semester lalu membuat saya semakin terpecut semangatnya untuk lebih baik di semester ini, sambil mempersiapkan tesis, dan bisa lulus hemat satu semester. Kenyataannya, setelah setengah semester menjalani, sungguh berat~ tapi pasti kuat kok hahaha. 

Satu per satu kesibukan-kesibukan di luar kuliah pun muncul. Mulai dari kesibukan project di kerjaan, kegiatan-kegiatan sosial, dan jadwal UTS yang berdekatan. Semakin hari maka saya harus memutar otak bagaimana 24 jam dalam sehari bisa saya gunakan semaksimal mungkin untuk kuliah, kerja, mengurus kegiatan sosial yang di mana saya sudah memutuskan untuk berkomitmen di dalamnya, serta istirahat.

Pertama untuk kuliah. Saat ini, menyelesaikan studi master saya adalah fokus utama saya. Pada kenyataannya, semester ini semakin sulit saja pelajarannya, sehingga saya harus berusaha lebih untuk bisa memahami mata kuliah. Belum lagi ditambah ternyata semester ini banyak sekali tugasnya, jadi harus pintar bagi waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas. Kalau ada yang bertanya bagaimana caranya belajar dan menyelesaikan tugas-tugas? caranya adalah saya memotong waktu tidur. Saat ini, tidak ada lagi bagi saya tidur setelah tahajud sambil menunggu adzan subuh. Waktu yang hanya 1 jam di pagi buta ini benar-benar saya manfaatkan untuk menyicil tugas atau sekedar baca catatan.

Kedua untuk bekerja. Untuk bekerja menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan saya di kantor memang kuncinya adalah fokus dan selalu memperbaiki kualitas pekerjaan. Sejak awal bekerja, saya termasuk klub anti lembur di mana sebisa mungkin menghindari yang namanya lembur, jadi mau tidak mau di 8 jam waktu bekerja itu saya harus fokus. Tapi, tidak selamanya keinginan sejalan dengan kenyataan, di mana saya harus pulang lebih telat, kecuali ketika ada jadwal kuliah.

Ketiga untuk kegiatan sosial. Entah mengapa, kegiatan-kegiatan sosial bagi saya menjadi semacam life balance. Di sini saya bisa mengeksplorasi sisi lain dari diri saya, keluar dari zona nyaman, bertemu teman-teman baru, sampai melatih soft skill. Jatah waktu untuk mengurus kegiatan ini adalah di sela-sela waktu makan siang, saat pulang kantor, atau bahkan memonitor selama masih dalam perjalanan pulang.

Kalau ditanya, bagaimana rasanya menjalani dan menyeimbangkan semua ini?

Rasanya memang tidak mudah tapi luar biasa! Ingin mengeluh itu pasti, tapi kemudian saya sadar bahwa Allah tidak akan membebani hamba-Nya di luar kemampuannya dan semua lelah yang kita rasakan pasti ada hikmahnya suatu hari nanti. Sejak selalu menanamkan keyakinan ini, maka saya bisa tenang menjalani apa yang telah digariskan untuk saya. Saya sadar, selain punya target menjadi semakin baik, ikuti garis yang sudah ditentukan oleh-Nya adalah hal yang perlu kita lakukan untuk terus bersemangat menjalani hidup.

Hal lain yang menjadi kunci adalah istirahat yang cukup. Tubuh kita berhak beristirahat dengan baik untuk bisa bekerja dengan optimal. Setiap orang punya daya tahan tubuh berbeda dan pasti tahu bagaimana harus beraksi untuk tubuhnya agar tetap sehat. Insya Allah, ketika tubuh kita sehat, mental dan pikiran akan sehat jadi bisa menjalani hari-hari yang padat tanpa keluhan.

Komentar