Kelas Inspirasi Cilegon 2 : SDN Walikukun YEAH!

Awal April lalu, tepatnya tanggal 7 April 2018, saya berkesempatan kembali mengajar di kelas inspirasi. Kali ini kota pilihan saya adalah kota yang masih tidak begitu jauh dari Jakarta, yaitu Cilegon. Kota Cilegon ini memang sudah cukup familiar di kehidupan saya, jadi ya saya masih bisa meraba-raba bahkan saya bisa pergi ke sana sendiri hahaha!. Saya ke Cilegon dengan naik bis umum jurusan Jakarta-Merak dari depan Plaza Slipi Jaya. Bis ke Merak ini cukup unik dan hanya ada di Indonesia. Kenapa? karena penumpang bisa naik dan turun bis sesukanya meskipun di jalan tol. Luar biasa kan.

Di KI Cilegon ini saya bergabung dengan teman-teman di SDN Walikukun. Awalnya, memang SD kami bukan di SDN Walikukun, tapi karena si SD pertama tidak siap, alhamdulillah jadi rezekinya di SD Walikukun. Tim relawannya juga menarik dan seru! walaupun memang ada dinamika kelompok yang harus dihadapi, apalagi tentang relawan-relawan yang mundur secara perlahan-lahan. Yang seru dari kelompok ini adalah kita punya yel-yel SDN Walikukun yang diganti jadi "Welay"kukun. Jadi, penyebutan kelompok ini berubah jadi "Geng Welay" dan yelnya adalah Welay Welay Welay Kukun HOH HAH! *yah begitulah, harap maklum ya :p.
Segenap Geng Welay Bersama Ibu Guru
Selain teman-teman yang seru banget, di kelompok kami ada si Kapten Nebula Kidz yang berprofesi sebagai astronot educator. Dia paling eye catching lah pokoknya dibandingkan yang lain, apalagi setelah siang hari, dia berubah jadi badut astronot yang menggemaskan bahkan ibu-ibu guru pun gemas sama dia hahaha. 
Kapten Nebula Kidz (@theadamsun)
Untuk kegiatan mengajarnya sendiri bagi saya sangat melelahkan. Karena banyak teman-teman yang mengundurkan diri, jadi sisa relawan pengajar yang ada harus mengajar sebanyak 5 kali hari itu. Saya sendiri dapat kelas yang cukup rata, dari kelas 1 sampai kelas 5. Lumayan kan tuh memutar otak untuk mengajarnya. Untungnya, anak-anaknya kooperatif dan tidak terlalu ribut kelasnya, jadi masih bertenaga lah untuk mengajar 5 kelas.
Bu guru Putri in action :p
Di akhir kegiatan, kami membuat suatu acara penutupan yang sangat menyentuh. Kalau biasanya penutupan dilakukan dengan flashmob dan bersenang-senang di lapangan, karena matahari Cilegon di siang hari tidak bisa berkompromi, maka penutupan dilakukan di dalam kelas. Saat itu ada seorang anak yang membaca puisi untuk guru-guru mereka. Kemudian, setelah dia selesai membaca puisi, ada beberapa anak-anak lain yang masuk kelas sambil membawa bunga mawar untuk ibu-ibu guru dengan iringan lagu Hymne Guru. FYI, di sekolah ini semua gurunya adalah wanita, jadi tidak ada bapak guru yang diberikan bunga hehehe. Di bagian ini, saya tidak sanggup berada di dalam kelas. Saya hanya berada di luar kelas sambil mengelap air mata dan menahan tangis haru. 

Menahan tangis haru tidak hanya sampai di situ, ketika anak-anak keluar kelas untuk berfoto bersama di lapangan, ternyata mereka masih banyak yang sesenggukan menangis! Otomatis saya pun ikutan menangis lagi melihat mereka menangis hahaha. Akhirnya, saya berusaha menenangkan anak-anak, berusaha untuk tidak menangis lagi, dan mengelap air mata agar fotonya bagus :). Jujur sekali, baru kali ini loh saya menangis bersama anak-anak di penutupan KI. Biasanya memang pernah tidak sengaja meneteskan air mata, tapi biasanya sangat personal ketika ada seorang anak yang memeluk saya sambil berkata "Ibu, aku tunggu ibu ke sini lagi ya".

Terakhir, untuk melihat video keseruan KI Cilegon di SDN Walikukun, bisa diklik di link berikut ini ya! https://youtu.be/cIieJJTBPuA :D

Komentar