Akhirnya, saya berada di masa entah berapa lama tidak membuka blog dan memposting tulisan di sini. Belakangan ini memang sedang disibukkan oleh rutinitas kerja dan kuliah yang sangat menguras tenaga dan pikiran. Apalagi di semester dua ini rasanya baru merasakan tekanan menjalani mahasiswa paruh waktu.
Jadi, datang ke sini dan menulis lagi untuk mengeluh? Tidak dooong :D Insya Allah, mau berbagi beberapa tips bagi yang ingin melanjutkan pendidikan tapi sambil bekerja, semoga bermanfaat ya!
![]() |
| Gambar dari sini |
Pertama: Bulatkan Tekad dan Niat
Di awal mau daftar kuliah, beberapa teman dekat saya sudah mengingatkan kalau kuliah sambil kerja itu tidak mudah. Tapi, saya berusaha mencoba ikut tes SIMAK UI dan ternyata diterima. Alhamdulillah. Saat itu saya yakin niat belajar lagi direstui oleh Allah dan pasti Allah akan mempermudah jalannya.
Kedua: Menjaga Stamina Tubuh
Buat kasus saya, jadwal kuliah saya adalah jam 5 sore sampai 9 malam setiap 2 kali dalam seminggu. Sedangkan, tiap pagi saya harus berangkat jam 6 pagi ke kantor. Jadi, kalau kuliah ya saya sudah berkegiatan mulai jam 6 pagi sampai jam 11 malam. Untuk menjalani ini semua butuh banget tubuh yang sehat dan stamina yang baik. Saya sadar kalau tidak boleh memforsir tubuh, jadi saya harus pintar-pintar menjaga kesehatan. Mulai dari mengurangi jajanan yang tidak sehat, minum jus dan madu tiap pagi untuk menambah vitamin, power nap tiap istirahat siang sekitar 15 menit, sampai menjaga kesehatan pikiran dengan berusaha berpikir positif.
Ketiga: Pandai Membagi Waktu
Membagi waktu antara mengerjakan pekerjaan kantor, menyelesaikan tugas kuliah, dan istirahat itu penting banget. Memang kadang ada masanya tugas kuliah menumpuk dan pekerjaan di kantor pun sedang banyak, maka yang harus dilakukan adalah menyusun strategi dan disiplin terhadap waktu. Biasanya, waktu weekend saya manfaatkan untuk mengerjakan tugas dan istirahat. Selain itu, saya mengambil waktu malam hari setelah shalat tahajud-yang biasanya tidur lagi-dialihkan menjadi baca jurnal atau mengerjakan tugas. Untuk waktu tidur, karena saya sudah harus "on" dari sebelum subuh, maka biasanya saya mencuri-curi waktu tidur di bus transjakarta :D. Dan, alhamdulillah pembagian waktu seperti ini sangat efektif dan bermanfaat~
Keempat: Tidak Malas
Sebagai mahasiswa S2, kayaknya udah bukan waktunya lagi bermalas-malasan atau santai sedikit. Kalau santai sedikit, bisa jadi tertinggal dari teman-teman yang lain lho! Apalagi kalau misalnya merasa kesulitan dengan pelajaran kuliah, harus banget mandiri mencari tahu dan belajar sendiri. Pokoknya prinsip saya "tidak ada yang tidak bisa dimengerti, yang dibutuhkan hanya waktu yang lebih banyak untuk mengerti".
Kelima: Merelakan Cuti Untuk Bimbingan
Ini untuk mahasiswa tingkat akhir yang harus bersilaturahmi dengan dosen pembimbing. Ada kalanya dosen pembimbing tidak bisa ditemui di jam kuliah (pulang kantor) dan kadang tidak bisa izin dari kantor. Maka, harus merelakan untuk menggunakan hak cuti kita demi bimbingan. Yah, alhamdulillah kalau di kantor saya membolehkan izin untuk bertemu dosen pembimbing atau urusan kampus bagi yang berkuliah lagi hehe.
Sepertinya, sekian sedikit tips positif yang bisa diambil dari keriwehan menjalani kuliah sambil bekerja. Capek sih, tapi seru kok setelah dijalani! Apalagi punya temen-temen baru yang oke banget, bisa saling membantu dalam setiap tugas dan ujian hahahaha. Dan oh ya, alhamdulillahnya lagi, saat menjalani mahasiswa paruh waktu ini saya masih single, belum ada variabel harus mengurus anak. Ngga kebayang sih hebatnya seorang ibu yang harus kerja, mengurus anak, ditambah sambil kuliah :D

Komentar
Posting Komentar